PSSI Didatangi Perwakilan FIFPro

PSSI Didatangi Perwakilan FIFPro

Mercy Raya - Sepakbola
Rabu, 09 Okt 2013 21:32 WIB
Jakarta - PSSI menerima kunjungan perwakilan federasi pemain sepakbola profesional internasional, FIFPro (Federation Internationale des Associations de Footballeurs Professionnels). Salah satu yang mereka bahas adalah soal asosiasi pemain di Indonesia.

FIFPro antara lain diwakili oleh Brenda Schwab, chairman Division ASIA/Oceania. Sedangkan pihak PSSI yang menemui adalah anggota Komite Eksekutif, Zulfadli. Mereka bertemu dan berdiskusi di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Rabu (9/10/2013) siang. Ikut mendampingi FIFPro adalah Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI).

Zulfadli mengatakan, kedatangan FIFPro ke kantor PSSI adalah untuk membahas tiga hal. Pertama soal dualisme asosiasi pemain, kedua mengenai tunggakan gaji pemain dan utang piutang klub, dan ketiga tentang standar minimum kontrak pemain-pemain profesional di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenai yang pertama, walaupun dalam satu tahun terakhir ini nama APPI lebih sering terdengar, ada organisasi sejenis bernama Asosiasi Pemain Sepakbola Nasional Indonesia (APSNI), yang terbentuk pada Oktober 2011 dan kemudian ditetapkan sebagai bagian dari PSSI pada kongres tahunan bulan Juni lalu di Surabaya.

Keputusan PSSI yang menetapkan APSNI sebagai asosiasi pemain di Indonesia sempat menimbulkan polemik. FIFPro telah menyatakan bahwa mereka lebih mengakui APPI, yang sudah lebih dulu terbentuk.

"Karena mereka (APSNI) lebih dulu apply, sedangkan APPI belum. Jadi yang diakui kongres adalah APSNI, karena mereka anggota," ujar Zulfadli.

"Harapan kami (PSSI), mereka membuat satu wadah untuk menentukan asosiasi pemain, apakah mau dipilih salah satu atau membuat asosiasi baru. Yang penting tidak ada dualisme lagi."

"Karena tidak ada itu dua suara dalam kongres. Itu tidak ada. Asosiasi pemain hanya punya satu. Kita tidak bisa mengakomodir dua asosiasi dalam kongres," tambahnya.

FIFPro melalui Brendan Schwab juga berharap Indonesia memiliki satu saja asosiasi pemain. Namun, secara tersurat ia lebih merekomendasikan APPI karena dinilai paling profesional dan concern dalam melindungi hak-hak pemain.

"Ya APPI tentu merupakan asosiasi yang paling profesional menurut kami, untuk saat ini. Mereka paling baik dalam melindungi pemain," ujarnya.

"Tapi kami tetap berharap agar persoalan ini bisa selesai, karena waktunya 'kan sudah jelas, PSSI akan kongres di bulan Januari, lalu kompetisi musim baru kickoff Februari. Jadi mudah-mudahan bisa selesai semua."

Brendan menambahkan, pihaknya akan menindaklanjuti pertemuan awal ini. Dua hal lain yang menurut mereka tak kalah urgen untuk dibahas adalah soal kasus penunggakan gaji pemain oleh klub-klub di Indonesia, serta standar minimum kontrak pemain-pemain profesional di Indonesia.

"Tadi itu masih pertemuan internal saja. Pekan depan FIFPro akan berkirim surat formal ke PSSI, terkait tiga hal tersebut," ungkapnya.

(mcy/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads