Malam ini (12/10/2013) ini diperkirakan jumlah penonton yang menyaksikan laga kualifikasi Piala Asia U-19 itu lebih banyak. Selain karena digelar di akhir pekan, Indonesia akan melakoni duel terpentingnya. Kemenangan atas Korea membuat Evan Dimas dkk. bisa langsung lolos ke putaran final, sedangkan jika tidak, mereka akan beradu poin dengan runner-up di grup-grup lain.
Ketika Indonesia melawan Laos hari Selasa lalu, jumlah penonton di GBK diperkirakan hanya 12-13 ribu. Dua hari kemudian jumlah itu naik, menjadi sekitar 20 ribu orang, kala menghadapi Filipina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bejo, misalnya. Pria berusia 23 tahun ini merasakan betul keuntungan yang ia dapatkan hari ini. "Kalau dibandingin hari Selasa kemarin, Kamis, sama Sabtu ini, ya jelas lebih untung tahun ini, Mbak. Penontonnya soalnya banyak," kata Bejo ketika berbincang-bincang dengan detiksport.
"Kira-kira saya dapat keuntungan 3 sampai 5 juta untuk jual atribut timnas ini," ujarnya lagi seraya menunjuk barang dagangannya yang beralaskan terpal.
Bejo menerangkan, untuk jersey timnas ia jual dari harga paling murah Rp 35 ribu, sampai paling mahal Rp 100 ribu. Sementara untuk syal harganya sekitar Rp 50 ribu.
"Kalau stiker mah murah. Tiga goceng (lima ribu)," cetusnya.Ia sendiri sudah sering menjajakan dagangannya di area SUGBK. "Kalau ada pertandingan pasti saya jualan. Namanya juga pedagang musiman. Lagi pula untungnya juga lebih gede, ketimbang jualan sehari-hari," sahutnya seraya melayani pembeli.
Pedagang lain, Dodi, menjajakan suatu di luar timnas. Di areal GBK ia menjual berbagai gambar stiker/asesoris klub-klub ternama Eropa seperti Juventus, Chelsea, Liverpool dan lain-lain.
"Kalau modalnya ya dua sampai tiga jutaan. Yang saya jual macam-macam, ada stiker, gantungan kunci, sama tempelan mobil," kata Dodi yang sudah dari sejak pagi ini berjualan.
"Gantungan kunci, goceng. Kalau stiker harganya sama, cuma dapat tiga. Tapi kalau untuk tempelan mobil sepuluh ribuan,β tambanya berpromosi.
Dodi mengaku berjualan di GBK hanya di waktu-waktu tertentu. "Saya jualan ini sambilan aja. Kalau hari biasa ya kerja di pabrik, daerah Cikarang," terangnya.
"Lumayan juga sih buat nambah-nambah uang makan, apalagi ternyata ramai gini yang datang."
(mcy/a2s)











































