PSIS Ungguli PSPS 1-0

LIga Bank Mandiri

PSIS Ungguli PSPS 1-0

- Sepakbola
Sabtu, 20 Nov 2004 20:07 WIB
Semarang - Setelah libur puasa dan lebaran, PSIS Semarang membuat awal manis pada lanjutan Liga Bank Mandiri. Bermain di kandang sendiri, Stadion Jati Diri Semarang, Sabtu (20/1/2004), mereka berhasil mengungguli tim tamunya PSPS Pekanbaru 1 - 0.Gol tunggal PSIS tercipta pada menit-menit akhir pertandingan. Sang pahlawan tuan rumah adalah Purwanto, striker muda yang masuk menggantikan Roberto Kwateh pada babak kedua. Berkat gol itu PSPS gagal mencuri poin di kandang PSIS.Pada awal pertandingan kedua tim bermain agak cepat. Keduanya saling serang. Selain karena kesigapan masing-masing penjaga gawang, kedua tim kesulitan dalam finishing. Karena itu serangan mereka selalu kandas.Untuk memecah kebuntuan, pada babak kedua Pelatih PSIS Herry Kiswanto memasukkan Purwanto menggantikan Roberto Kwateh. Alhasil serangan pun meningkat drastis. Beberapa kali PSIS mendapatkan peluang namun gagal dimanfaatkan dengan baik.Salah satu peluang emas PSIS tercipta melalui Indriyanto. Sayang, mantan pemain primavera ini gagal menjebol gawang setelah kiper PSPS Suprayitno dapat membendung laju bola.Untuk mengimbangi kekuatan tuan rumah, Pelatih PSPS Nandar Iskandar juga mengganti pemainnya. Irfan Tanjung digantikan Agus Riyanto, Ilham Romadona digantikan Sam Dee Germajay. Keduanya pemain tengah.Pada menit ke-85, tragedi bagi PSPS. Pemain belakang PSIS Lilik Suheri berhasil menusuk sisi gawang dan mengumpan bola. Dengan gesit, Purwanto yang posisinya lumayan baik langsung menyundul bola yang tak dapat ditepis kiper Suprayitno.Sorak-sorai penonton yang berjumlah 20-an ribu itu pun berkumandang. Mereka menyambut gegap gempita gol Purwanto itu seakan tak mau berhenti. Kembang api menyala di mana-mana. Kedudukan 1-0 untuk PSIS bertahan sampai peluit akhir pertandingan.Dalam pertandingan dalam suasana mendung itu, wasit Yesayas Leihitu mengeluarkan tiga kartu kuning bagi tiga pemain PSPS yakni Bima Sakti, Cristiano, dan Ilham Romadona.Seusai pertandingan, Pelatih PSPS Nandar Iskandar berkomentar sesungguhnya tak ada permainan yang istimewa dari tim lawan. Dia menilai serangan yang bertubi-tubi membuat anak asuhnya sedikit lengah, hingga terjadilah gol pada menit-menit akhir tersebut."Permainan PSIS tidak ada bentuknya. Anak-anak hanya terpengaruh oleh serangan yang bertubi-tubi mereka, sehingga lengah," kata Nandar datar.Sementara itu, Pelatih PSIS Hery Kiswanto yang ditemui di ruang ganti pemain mengatakan puas dengan permainan anak asuhnya. Terutama pada babak kedua. Mantan bek tim nasional ini menyatakan anak asuhnya berhasil menafsirkan instruksinya."Pada babak kedua mereka bermain agresif. Serangan-serangan dibangun dari sayap seperti instruksi saya," ungkapnya.Tapi, lanjutnya, dirinya menilai pemain depan kurang kreatif dan inisiatif. "Mereka seharusnya bermain dengan model jemput bola. Bukan menunggu," demikian Herry Kiswanto. (a2s/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads