Timnas U-23 Indonesia memang berhasil membungkam Laos 3-0. Namun, Pelatih timnas Rahmad Darmawan mengaku tak menyangka permainan cepat yang ditampilkan Laos.
Bertanding di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Kamis (21/11) malam, gol-gol dibuat Ramdani Lestaluhu (menit 43), Andik Vermansah (menit ke 73), dan Alfin Tuasalamony (menit 76).
Namu, untuk membobol gawang Laos yang dikawal Chintian Souksavath, timnas harus bekerja keras. Khususnya di babak pertama. Pasalnya, Laos bermain dengan pola permainan yang sangat cepat. Sementara Andik dkk. bermain cukup tegang dan terburu-buru, yang menyebabkan beberapa kali melakukan kesalahan.
"Kami mengawali babak pertama dengan cukup terkejut. Karena kami baru pertama kali main dengan formasi lawan 4-3-3. Sementara kami pakai formasi 4-3-2-1," kata Rahmad Darmawan usai laga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi di babak kedua, kami mulai mengantisipasi permainan lawan dengan mengganti formasi jadi 4-4-2, akhirnya bisa diatasi. Pemain banyak melakukan passing dan komunikasi, dan permainan berlangsung baik."
Meski menan, Rahmad mengaku punya satu pekerjaan yang harus dibenahi di laga-laga berikutnya
"Ya walau sudah banyak melakukan passing, tapi saya lihat ada gap antara lini tengah dan belakang. Saat kami diserang dan pemain bek mendapat bola kemudian mengumpan ke lini tengah. Yang mendapatkan bola justru pemain lawan bukan pemain kami. Ini yang saya pikir perlu dibenahi," terangnya.
Pada kompetisi tersebut, timnas U-23 berhasil menduduki posisi pertama klasemen di MNC Cup dengan mengantongi tiga poin. Besok timnas akan kembali menghadapi Papua Nugini.
(mcy/mrp)











































