Gubernur Aceh Gelar Turnamen Bola
Rabu, 24 Nov 2004 18:39 WIB
Jakarta - Aceh sudah aman. Demikian pesan yang diusung oleh turnamen bergengsi yang memperebutkan Piala Gubernur Abdullah Puteh awal Desember mendatang. Turnamen yang akan berlangsung tanggal 5-11 Desember 2004 ini akan diikuti oleh enam tim yang berasal dari dalam dan luar negeri. Mereka adalah timnas Indonesia U-20, Persija Jakarta, Persijatim, tuan rumah Persiraja dan tim tamu asal Malaysia dan Korea Selatan, yaitu Perak FC dan Ulsan University (yang merupakan juara Liga Mahasiswa Korsel 2004). Menurut ketua panitia sekaligus ketua Pengurus Daerah (Pengda) PSSI Aceh, Zainal Abidin, tujuan turnamen ini utamanya adalah untuk menunjukkan kepada masyarakat di seluruh Indonesia dan juga luar negeri, wajah Aceh yang sudah aman dan tentram. "Kami ingin memperlihatkan meski ada darurat sipil Aceh itu aman, tidak mengerikan seperti yang dibilang media. Turnamen ini sekaligus diperuntukkan bagi peningkatan prestasi sepakbola Aceh dan agar masyarakat semangat lagi mengikuti sepakbola," ujar Zainal di sekretariat PSSI, Senayan, Rabu (23/11/2004). Lebih jauh Zainal mengharapkan turnamen ini mampu memberikan dampak bagi kondisi Aceh secara umum. "Yah, siapa tahu darurat sipilnya bisa dicabut gara-gara (turnamen) ini," tambahnya. Dalam kesempatan yang sama, dijelaskan pula sistem pertandingan. Keenam tim terbagi menjadi dua grup, yaitu A dan B. Grup A terdiri dari timnas Indonesia U-20, Ulsan University dan Persiraja. Sementara Perak FC, Persija dan Persijatim tergabung di Grup B. Tanggal 5-8 Desember akan digelar babak penyisihan grup. Dua tim teratas dari masing-masing grup langsung melaju ke semi final yang digelar tanggal 9 Desember. Tanggal 10 Desember digelar perebutan juara ketiga, sementara dua tim yang menang di semi final akan melakoni partai final tanggal 11 Desember. Turnamen ini akan memperbutkan hadiah total sebesar Rp 235 juta. Juara pertama mendapatkan Rp 100 juta, juara kedua Rp 75 juta, juara ketiga Rp 40 juta, sementara juara keempat memperoleh Rp 20 juta. Seluruh hadiah uang berasal dari sponsor dan kocek pribadi gubernur. Ditambahkan Zainal, sebelumnya Thailand dan Australia sudah berniat untuk mengirim peserta ke turnamen ini. Namun karena peristiwa bom Kuningan, mereka mengurungkan keikutsertaannya. Sementara itu Zainal mengemukakkan kalau dua tim dari luar negeri (Perak FC dan Ulsan University) sudah mengkonfirmasikan kedatangannya. (mel/)










































