Mengintip Menu Latihan Timnas U-19

Mengintip Menu Latihan Timnas U-19

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Kamis, 09 Jan 2014 10:48 WIB
Mengintip Menu Latihan Timnas U-19
detikSport/Rifqi Ardita
Sleman -

Tim nasional Indonesia U-19 telah memasuki persiapan tahap kedua di Yogyakarta, guna mempersiapkan diri jelang Piala Asia U-19 Oktober mendatang. Apa saja yang jadi fokus latihan di tahap ini?

Setelah menyelesaikan persiapan tahap pertama --peningkatan fisik-- di kawasan Batu, Jawa Timur, selama dua bulan lamanya, timnas U-19 kini menjalani persiapan tahap kedua di Yogyakarta. Tahap ini merupakan fase spesifik, yakni pematangan taktik, strategi, dan perbaikan teknik pemain.

Hal ini tampak dari menu-menu latihan yang dilahap 29 pemain timnas kala menjalani latihan di lapangan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Kamis (9/1/2014) pagi WIB. Memulai latihan sejak pukul 6.30 pagi dengan pemanasan, para pemain non-kiper langsung diinstruksikan untuk memainkan bola.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sesi pertama, seluruh pemain melakukan umpan-umpan pendek cepat dan diminta langsung bergerak berpindah tempat setelah menyodorkan bola. Berlanjut ke sesi kedua di mana pelatih Indra Sjafri membagi skuat menjadi tiga kelompok.

Masing-masing kelompok berisi minimal delapan orang. Enam orang bertugas melakukan umpan cepat mendatar dari sisi satu ke sisi lainnya, sementara dua orang sisanya diminta mengantisipasi umpan dan berusaha menggagalkannya sampai ke sisi lain.

Sesi ini berlangsung cukup lama, sekitar 30-45 menit. Sesekali Indra menegur pemain yang nekat melakukan umpan lambung, lambat merespons umpan, atau terlalu pelan menendang bola. "Fokus, fokus!", teriaknya kepada para pemain yang dinilai melakukan kesalahan.

Setelah menyelesaikan sesi tersebut, latihan dilanjutkan dengan melakukan jogging keliling lapangan sebanyak dua kali. Berikutnya para pemain melakukan pendinginan. Usai pendinginan, para pemain tak langsung membubarkan diri begitu saja.

Setelah diberikan pengarahan oleh pelatih, Evan Dimas dkk. berbaris rapi dan meneriakkan yel-yel penyemangat. Dilanjutkan kemudian bernyanyi bersama. Setelah itu barulah latihan ditutup dengan melakukan doa bersama.

(raw/mfi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads