Indonesia punya kesempatan untuk meramaikan Piala Dunia di Brasil. Jelas bukan tim nasional senior yang berangkat karena peluang itu dipunya 20 orang anak jalanan yang bakal berpartisipasi di Street Child world Cup (SWC).
SCWC ini merupakan ajang Piala Dunia bagi anak-anak jalanan dari seluruh dunia. Tahun ini menjadi penyelenggaraan kedua, setelah empat tahun lalu SCWC diselenggarakan di Afrika Selatan. Rio De Jainero di Brasil jadi tuan rumah dalam event yang akan digelar pada Maret mendatang.
"Kami ingin memberi kesempatan kepada anak-anak jalanan yang memiliki hobi sepakbola dan mimpi untuk mengikuti SCWC ini," kata Ketua Yayasan Transmuda Energy Nusantara (TEN), Mahir Bayasut ketika ditemui di Lapangan Sepakbola Pertamina Simprug, Jakarta, Sabtu (1/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia sudah mengumpulkan sekitar 300 anak yang tersebar di tujuh kota dan didapat melalui seleksi. Kota-kota yang sudah melakukan seleksi adalah Medan dan Makasar (11 Januari 2014), Surabaya dan Palembang (18 Januari 2014), serta Bandung dan Yogyakarta (25 Januari 2014). Jakarta menjadi kota terakhir melakukan seleksi, yang diselenggarakan siang tadi, di Lapangan Sepakbola Pertamina Simprug, Jakarta, Sabtu (1/2/2014).
Dalam proses penyeleksiannya, TEN bekerja sama dengan sejumlah LSM yang konsen kepada isu-isu anak jalanan. Seperti Sanggar Alang-Alang, Rumah singgah dan Belajar dipenogo, Yayasan Bahtera, yayasan Bina Anak Mandiri Indonesia, yayasan Pondok Seni Budaya, dan masih banyak lagi.
"Siapa lagi yang punya data anak jalanan, makanya kami kerja sama dengan yayasan," kata Mahir.
Tak hanya itu, program ini bisa dibilang merupakan pergerakan independen karena tidak ada ikut campur dari federasi sepakbola Indonesia, PSSI.
"Walau program ini tergolong independen, dan tidak berafiliasi dengan PSSI. Kami (TEN) sedang merencanakan "After Change Program" yang kami sebut dengan Transenergy (penyaluran bakat dan potensi)," ujarnya.
"Jadi setelah pulang dari Brasil, anak-anak yang terpilih ini tidak kita lepas begitu saja. Kita akan salurkan sesuai bakat dan potensinya. Ada kemungkinan di salurkan ke klub," tambahnya.
Rencananya, ratusan anak terpilih ini akan mengikuti beberapa tes untuk mendapatkan 30 anak terpilih. Beberapa tes yang harus diikuti para peserta adalah terkait technical soccer ability yang meliputi kecepatan kaki, tes passing dan juggling.
Setelah menjalani tes, anak-anak tersebut akan memasuki tes lanjutan, game play. Pasa sesi ini anak jalanan dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari tujuh orang/kelompok/tim. Tujuannnya melihat kemampuan para peserta bermain secara tim dikompilasikan dengan tehnik-tehnik yang dimilikinya.
Kemudian, βcalon pemain ini akan mengikuti proses seleksi tim nasional di Jakarta, selama kurang lebih 30 hari. Jumlah itu kemudian dikurangi kembali menjadi 20 anak, yang terbagi dalam dua tim. 10 anak tim putra, dan 10 anak tim putri.
(mcy/din)











































