Laga Persewangi dengan timnas U-19 akan digelar pada 3 Maret mendatang, mundur sehari dari yang sudah diumumkan sebelumnya. Ini merupakan jadwal tambahan dalam rangkaian Tur Nusantara Timnas U-19 karena sebelumnya tak diagendakan menggelar pertandingan tersebut.
Sekitar lima hari sebelum kick-off, latihan terus diintensifkan oleh pelatih Bagong Iswahyudi. Pemusatan latihan untuk perkuat kekompakan tim dan pembenahan fisik menjadi fokus utama tim berjuluk Laros Jenggirat Tangi itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya kita latihan di arena berpasir seperti Pantai Boom, lapangan bercuaca dingin di Kalibendo dan Taman Blambangan," ujar Bagong pada detiksport, Rabu (26/2/2014).
Saat ini, kata Bagong, ada 25 pemain yang menghuni skuad Persewangi itu setiap hari menggelar latihan dua kali.
"Sisa waktu lima hari kedepan benar-benar dimanfaatkan untuk perbaikan stamina," imbuhnya.
Untuk mendukung kenyamanan, keamanan dan menghindari bentrok saat pertandingan berlangsung, Manager Persewangi, Hari Wijaya mengimbau, suporter tidak membawa senjata tajam, botol plastik dan benda berbahaya lainnya. Tidak hanya itu, pria asal Kota Genteng itu menegaskan agar suporter Persewangi tidak membawa dan menyalakan petasan serta kembang api saat pertandingan digelar.
"Jangan membawa benda-benda tajam atau yang membahayakan. Petasan, kembang api haram dibawa ke dalam stadion apalagi disulut. Tidak segan permainan akan dihentikan jika aturan itu diterjang," tegasnya.
Dalam permainan laga tur ujicoba ini, imbuh Hari, merupakan laga persahabatan yang mengedepankan sportifitas. Permainan dengan mengasah strategi dan menempa kemampuan fisik serta stamina merupakan kunci awal yang disepakati bersama, supaya kedua tim bisa saling mendukung dalam ajang sepakbola.
"Yang terdepan adalah permainan yang sportif, tidak main kasar dan belajar adu strategi. Kita tunjukkan bahwa Persewangi mampu menjadi lawan yang tangguh," tandasnya.
(din/cas)











































