Soeratin Diabadikan Jadi Nama Wisma PSSI di Yogyakarta

- Sepakbola
Rabu, 05 Mar 2014 17:56 WIB
detikSport/Bagus Kurniawan
Yogyakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) meresmikan nama "Ir. Soeratin Sosrosoegondo" sebagai wisma PSSI di Yogyakarta. Nama Soeratin juga akan diusulkan kepada pemerintah sebagai pahlawan nasional.

"Beliau layak untuk diusulkan sebagai pahlawan nasional. Jasa beliau tidak hanya di sepakbola saja," kata Menpora Roy Suryo saat meresmikan Wisma PSSI Ir. Soeratin Sosrosoegondo di Kompleks Monumen PSSI di Baciro, Yogyakarta, Rabu (5/3/2014).

Kemenpora mengundang keluarga Soeratin dalam acara peresmian wisma itu. Wisma tersebut akan digunakan untuk mendukung kegiatan olahraga terutama sepakbola. Pihak Kemenpora juga sudah meminta izin kepada keluarga agar nama Soeratin diabadikan menjadi nama wisma. Wisma tersebut terdiri dari 16 kamar dan dilengkapi lapangan futsal dan kantin.

"Pihak keluarga sudah memperbolehkan. Peresmian ini kita majukan karena kalau akhir Maret akan bertabrakan dengan masa kampanye dan minggu tenang meski saat ini pemeliharaan masih di tangan kontraktor," kata Roy.

Pernyataan senada diungkapkan Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin. Menurut Djohar, PSSI juga mendukung penuh Soeratin diajukan ke pemerintah sebagai pahlawan nasional. Perjuangan Soeratin yang merupakan Ketua Umum PSSI yang pertama dinilai telah memersatukan bangsa melalui sepakbola.

"Selain tokoh sepakbola dan menjadi ketua PSSI pertama, dia juga seorang pejuang kemerdekaan. Dia seorang militer dengan pangkat mayor. Dia layak kita usulkan menjadi pahlawan nasional," ujar Djohar.

Sementara itu, cucu Soeratin yang saat ini tinggal di rumah peninggalan Soeratin di Jl AM Sangaji, Prahasto, mengatakan bahwa pihak keluarga merasa senang dan kaget ketika dihubungi Kemenpora untuk meminta izin pemakaian nama Soeratin.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Menpora yang memberi perhatian kepada eyang kami. Dimunculkan menjadi pahlawan nasional, ini penghargaan yang tidak kami impikan. Puluhan tahun nama itu tidak pernah ada yang mengutak-atik untuk jadi nama pahlawan," kata Prahasto.

(bgs/mfi)