Ayah, Motivator buat Rizky Pellu

Ayah, Motivator buat Rizky Pellu

- Sepakbola
Senin, 14 Apr 2014 19:09 WIB
Jakarta - Nama Rizky Ahmad Sanjaya Pellu kini mulai makin bersinar, menyusul penampilannya bersama tim nasional Indonesia. Di balik kesuksesannya itu, Rizky mengaku sang bapak lah yang menjadi motivator di dalam bermain sepakbola.

Dunia sepakbola adalah hal yang biasa bagi Rizky Pellu sedari kecil. Sebab diusia yang masih belia ketika itu, dia sudah digenjot oleh sepakbola di lingkungan sekitarnya. Bagaimana tidak, Rizky Pellu lahir dan besar di kota Tulehu, Ambon. Kota yang amat kental dengan sepakbola yang selama ini dikenal mampu melahirkan pesepakbola hebat di Indonesia.

Rizky mengawali karirnya sebagai salah satu pemain di tim Maluku yang ketika itu sukses membawa tim Maluku mejuarai Piala Medco U-15 pada tahun 2006. Dari situ lah karirnya mulai merangkak naik, dan akhirnya bisa bergabung di tim SAD di Uruguay.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia pun sempat memperkuat timnas di beberapa ajang, salah satunya di Piala Asia U-16, lalu di babak penyisihan Piala Asia U-19. Performa impresif yang diperlihatkannya itu membuat dia digadang-gadang menjadi pemain muda potensial di Indonesia.

Hal itu pun terbukti ketika Rizky mulai mendapatkan kesempatan pertamanya dipanggil di timnas U-23 di bawah asuhan Jacksen F Tiago untuk melakoni laga eksebisi melawan Arsenal, Juli 2013 silam.

''Kalau bagi Rizky, bermain di timnas itu cita-cita dari kecil. Tidak semua orang punya kesempatan bermain di timnas, tapi saya bisa menjadi salah satu pemain timnas,'' ungkap Rizky Pellu kepada Detiksport, Senin (14/4)

Namun pencapaian tersebut tiada artinya tanpa dukungan kedua orangnya. Pemain yang kini memperkuat Pelita Bandung Raya (PBR) itu mengaku semua ilmu sepakbola yang didapatkannya itu berasal dari sang bapak.

Ya, bapak Rizky Pellu adalah salah satu mantan pemain Indonesia yang pernah berkompetisi di Liga Galatama di era 80-an, bernama M. Kasim Pellu. Berposisi striker, sang bapak ketika itu memperkuat klub Bintang Timur, Cirebon.

Meski namanya tidak terlalu terkenal, Rizky mengaku banyak pelajaran yang dia dapatkan dari sang bapak.

''Kalau Rizky sih selama ini bapak yang selalu mengajarkan sepakbola. Saya sering bertanya dari kecil. Sampai sekarang dia jadi lebih sering kasih masukan atau kritik agar penampilan saya semakin meningkat,'' ungkap dia.

''Istilahnya, bapak itu motivator bagi Rizky karena tanpa dia, Rizky bukan apa-apa. Selain bapak, orang yang sangat membantu saya di sepakbola adalah pelatih-pelatih saya di Tulehu.'

Dengan pencapaian saat ini, pria kelahiran 26 Juni 1992 itu ingin membuktikan kepada kedua orangtuanya, terutama sang bapak bahwa dia bisa menjadi salah satu pemain terbaik Indonesia.

''Impian Rizky saat ini yang penting fokus menjalani pekerjaan sebagai pemain bola. Tapi saya tetap harus banyak belajar dari senior-senior lainnya,'' kata pemain yang mengidolai Eka Ramdani itu.

Kini, sang bapak sudah tidak bekerja lagi dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Sementara sang ibu hanya bekerja sebagai guru SMP di Tulehu. Rizky pun mengaku ingin membahagiakan kedua orangtuanya itu.

''Harapannya semoga saya bisa membahagiakan kedua orang tua, bisa bekerja dan menjadi orang sukses. Rizky sering sekali merindukan mereka, tapi belum bisa pulang. Hampir setiap hari, Rizky berkomunikasi dengan kedua orang tua,'' simpul anak bungsu dari tiga bersaudara itu.

(ads/rin)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads