Arema Cronus menelan kekalahan saat menjamu Semen Padang. Pelatih 'Singo Edan', Suharno, menyebut hasil 1-2 di kandang sendiri merupakan hal yang menyakitkan.
"Kita akui Semen Padang sangat baik, walau kekalahan itu menyakitkan," sesal Suharno usai pertandingan, Rabu (21/5/2014), malam.
Dia menyebut, dua gol dari Ossa Marvaeallus yang bersarang di jala Singo Edan, sebenarnya tidak perlu terjadi bila pemain belakang lebih fokus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suharno mengaku, banyaknya pemain pilar absen dalam laga malam ini, juga menjadi penyebab kekalahan. Tercatat Gustavo, Ahmad Bustomi, Victor Igbonefo, dan Purwaka Yudhi tak berada di atas lapangan. Namun untuk laga dengan Persib Bandung di akhir pekan ini, Suharno memastikan skuatnya akan lebih siap.
"Di lini tengah kami kalah, karena banyak yang absen," cetus Suharno.
Kekalahan ini merupakan kekalahan pertama Arema Cronus di kandang sendiri, sekaligus kekalahan pertama atas Semen Padang sejak tahun 1997.
Sementara dari kubu Semen Padang, sukses mengalahkan Arema di Kanjuruhan mendapat sambutan hangat dari pelatih Javi Sastra. Ia menyebut poin penuh yang didapat sangat penting untuk memperkuat posisi Semen Padang di klasemen sementara ISL 2014.
Sebelumnya, Semen Padang harus dibuat malu, setelah kalah menjamu Arema di kandang sendiri dengan skor 0-1.
"Kita dapat pelajaran berharga, dari kekalahan di kandang," sebut Javi di tempat terpisah.
Kapten tim Eka Ramdani menuturkan, kemenangan ini, bisa menambah semangat tim melakoni sisa laga selanjutnya.
"Kita kalah di Gresik, dan kini menang di Malang. Motivasi buat tim dalam pertandingan selanjutnya," tutupnya.
(din/mrp)











































