Gelaran Aqua Danone Nations Cup (DNC) 2014 menunjukkan bahwa bibit pesepakbola bisa muncul dari manapun, tak cuma dari daerah yang disebut menjadi kantong pemain seperti Tulehu, Maluku Tengah atau Klagen, Sidoarjo, Jawa Timur.
Gambaran itu terlihat dalam 16 tim terbaik dari 32 provinsi dalam putaran final festival sepakbola U-12 Aqua DNC tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βSebagai orang Brasil saya bisa mengatakan, kalau kita bisa memoles mereka dan mempunyai komitmen, kita bisa menjadi kekuatan sepakbola,β kata Jacksen di sela-sela undian Aqua Danone Nations Cup yang berlangsung di Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (5/6/2014).
βIni bukan omong kosong tapi saya lihat ini sebagai sebuah embrio besar dan potensi yang luar biasa. Ada buktinya dengan muncul U-19 yang ditangani coach Indra Sjafri. Kalau bisa dijaga hingga level dewasa dan yang usia dini bisa menyodok ke atas, Indonesia akan jadi negara yang memainkan sepakbola,β jelas dia.
Namun, tak adanya kompetisi yang berkelanjutan menjadi ganjalan utama untuk mengembangkan potensi yang besar di usia dini itu.
βEvent usia dini sudah bagus. Danone luas sekali cakupannya. Tapi selalu jadi masalah: bagaimana setelah event ini? Tim ini akan ke mana? Apakah PSSI punya wadah? Apakah ada klub yang siap menampung nantinya?" tanya Jacksen
βItu yang penting bagaimana caranya agar bakat-bakat ini punya wadah. Jangan sekarang ikut Aqua DNC nanti jejak mereka hilang,β imbuh pelatih yang didapuk menangani tim Aqua DNC Indomesia yang berlaga di Brasil bulan Oktober nanti.
(fem/cas)











































