Penonton Berulah
Indonesia Terancam Sanksi
Rabu, 29 Des 2004 02:11 WIB
Jakarta - Kekalahan 1-2 Indonesia dari Malaysia di semifinal pertama Piala Tiger, Selasa (28/12/2004), sangat disayangkan. Kekecewaan ini bertambah parah menyusul ancaman sanksi dari Federasi Sepakbola Asia (AFC) akibat ulah penonton.Melihat ulah penonton yang membanjiri stadion Gelora Bung Karno, wajar saja muncul kekhawatiran jika Indonesia menjadi tuan rumah event sepakbola internasional. Keselamatan pemain tim tamu bahkan wasit jelas tidak terjamin.Selama pertandingan sangat sering terjadi aksi pelemparan botol minuman, khususnya jika pemain lawan berada di sisi lapangan atau memiliki kesempatan tendangan pojok. Yang menjadi korban tidak hanya para pemain, tetapi juga wasit bahkan wartawan dan juru kamera. Saat pelemparan dilakukan penonton yang berada di tribun atas, tidak jarang penonton yang di bawah juga menjadi korban.Selain botol minuman yang jelas membahayakan, penonton juga melempar petasan dan kembang api. Bahkan seperti yang dipantau detikcom, sempat terjadi perkelahian antara penonton dengan petugas kepolisian yang berpakaian preman.Diungkapkan George Dust dari AFC, karena kejadian ini kemungkinan Indonesia akan dikenakan sanksi. Selain itu masalah ini akan menjadi catatan buruk bagi Indonesia yang mencalonkan diri sebagai tuan rumah Piala Asia 2007."Ya, kalau melihat suporter seperti ini, ada kemungkinan Indonesia akan kenasanksi. Dan pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Asia akan dipertimbangkan kembali," katanya.Nada kekecewaan juga diungkapkan pelatih Indonesia, Peter Withe. "Sepertinya penonton Indonesia harus belajar lebih banyak. Mereka harus menerimakekalahan. Terimalah kekalahan itu, jangan melempar botol atau berbuatkeonaran. kelakuan ini sangat merusak (konsentrasi) para pemain."Membludaknya penonton juga menyulitkan aparat keamanan memantau oknum-oknum yang menjadi pemicu aksi pelemparan. Sebelumnya panitia mengatakan hanya mencetak 60 ribu tiket, dan 20 ribu tiket cadangan. Tetapi pada kenyataannya stadion GBK yang berkapasitas 100 ribu lebih itu penuh sesak hingga duduk di tangga-tangga. Bahkan bangku yang disediakan untuk wartawan juga penuh oleh penonton. (lom/)











































