Gol Tandang Tak Bernilai Lebih
Kans Ponaryo Cs Masih Besar
Rabu, 29 Des 2004 16:00 WIB
Jakarta - Kekalahan dari Malaysia tadi malam memang terasa menyesakkan publik Indonesia. Tapi Ponaryo Astaman cs masih berpeluang ke final karena sistem agregat tidak seperti biasa.Federasi Sepakbola Asean (AFF) memutuskan bahwa gol tandang pada pertandingan semifinal dan final Piala Tiger kali ini tidak dihitung lebih baik daripada gol kandang. Ini mengikuti kebiasaan turnamen antarklub Amerika Selatan Piala Libertadores.Konkretnya, di Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (28/12/2004) malam, Indonesia kalah 1-2. Namun jika skuad Merah-Putih bisa menang 1-0 saja di leg kedua di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, hari Sabtu (1/1/2005) nanti, maka skor menjadi 2-2.Mengacu pada sistem agregat yang umum, maka Malaysia keluar sebagai pemenang karena mencetak gol lebih banyak di kandang lawan. Tapi kali ini ketentuan tersebut tidak berlaku. Itu sebabnya jika skenario itu terjadi, maka pertandingan akan dilanjutkan dengan perpanjangan waktu 2 X 15 menit sampai adu penalti.Jadi, kans Indonesia memang masih terbuka cukup lebar. Untuk bisa menang, pelatih Peter Withe multak harus segera memperbaiki kelemahan dan kekurangan yang terjadi di leg pertama, khususnya di barisan belakang yang tampak cukup riskan.Namun Malaysia juga takkan mudah ditekuk di kandangnya sendiri. Publik Negeri Jiran mungkin terpicu untuk melakukan hal yang sama dengan suporter Senayan, yaitu memaksimalkan kapasitas stadion yang bisa menampung hingga 100 penonton.Bukti nyata terjadi pada 14 Desember lalu. Di pertandingan keempatnya di Grup B, setelah kebobolan lebih dulu, Rosdi Talib dan kawan-kawan berhasil menaklukkan tim favorit Thailand dengan skor 2-1.Hal lain, kalaupun Indonesia berhasil mengatasi Malaysia, fans Indonesia tidak kebagian momen puncak. Pasalnya, leg pertama dari babak final diadakan di Jakarta, dan leg kedua digelar di kandang finalis lainnya. (a2s/)











































