Dalam pertandingan yang digelar di Track & Field Sport Complex, Bandar Seri Begawan, Senin (11/8), Timnas U-19 sudah kebobolan tiga gol di babak pertama melalui hattrick Adi Said. Indonesia hanya mampu membalas satu gol dari Ilham Udin Armayn di babak kedua, meskipun tampil mendominasi penguasaan bola dan mengurung pertahanan Brunei.
Kendati demikian, menurut Oh-Son, Evan Dimas dkk. amat lambat dalam melakukan transisi dari menyerang ke bertahan. Hal inilah yang kemudian dimanfaatkan dengan baik oleh anak-anak asuh Oh-Son.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indonesia memiliki kelemahan. Mereka lemah saat melakukan transisi dari menyerang ke bertahan."
"Dan mereka cukup lamban dalam melakukannya. Oleh karena itu, kami menerapkan serangan balik," ujarnya seperti dilansir Brunei Times.
Laga melawan Brunei merupakan laga kedua Timnas U-19 di Hassanal Bolkiah Trophy (HBT). Sebelumnya, mereka bermain imbang tanpa gol dengan Malaysia U-21 pada hari Jumat silam.
(ads/roz)










































