sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 13 Agu 2014 22:30 WIB

Timnas U-19 Dipamer-pamerkan, PSSI Juga Kena Kritik

- detikSport
Jakarta -

Menurunnya performa Timnas Indonesia U-19 disinyalir terjadi lantaran keseluruhan tim mengalami kejenuhan. PSSI disebut ikut andil dalam kejenuhan itu lantaran mengeksploitasi secara berlebihan.

Sorotan muncul setelah Timnas U-19 dinilai tampil monoton di tiga laga perdana Hassanal Bolkiah Trophy. Training camp jangka panjang dan Tur Nusantara sampai dua jilid dinilai telah membuat Evan Dimas dkk. jenuh dan akhirnya kehabisan bensin.

Eks bek Persebaya dan Timnas Indonesia, Ferril Hattu, menilai bahwa membuat Tur Nusantara sementara Timnas U-19 dibebankan target tinggi di Piala Asia U-19 adalah langkah yang salah.

Ferril berpendapat, dia lebih memilih Timnas U-19 untuk diberikan pemusatan jangka pendek secara tertutup tanpa ada tur panjang keliling Indonesia. Disiarkannya laga-laga Timnas U-19 pun disebutnya hanya ajang cari duit dari PSSI.

"Kalau kita punya target, tidak boleh dipentas-pentaskan begitu," ujar Ferril kepada detikSport.

"Ada tahapan yang harus dilalui. Mereka ini jadi jenuh karena tur-tur terus. Main di mana, dielu-elukan, bangga. Main di mana, dielu-elukan, bangga. Seolah-olah sudah jadi juara dunia."

"Mungkin PSSI mengira ini wajar. Padahal itu mengeksploitasi."

"Lebih baik mereka training camp dua bulan, misal, ke Australia. Mereka berlatih di sana, daripada dipamer-pamerkan untuk mencari uang. Mereka harus dijaga betul. Kalau perlu latihan tersendiri, tanpa diliput, dan begitu keluar tahu-tahu bagus," tegas Ferril.

Timnas U-19 masih punya dua laga di Hassanal Bolkiah Trophy. Selanjutnya, Timnas U-19 akan menghadapi Kamboja pada laga keempat (16/8) dan Singapura pada laga kelima (18/8) Grup B.

Imbas kekalahan dari Vietnam, Timnas U-19 pun bakal dievaluasi oleh tim HPU (High Performance Unit) BTN (Badan Tim Nasional). "Ini penting mumpung kita masih ada waktu menuju Oktober nanti di U-19 AFC Championship. Harus dilakukan langkah-langkah yang perlu. Justru karena kita menurun, momentum untuk dilakukan evaluasi di semua lini," ucap Ketua BTN La Nyalla Mattalitti.

(roz/a2s)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com