Kendala itu kembali dihadapi Rumah Cemara selaku National Organizer dari HWC Indonesia, menjelang kompetisi internasional yang tahun ini akan digelar di Santiago, Chile, 19-26 Oktober mendatang.
Untuk diketahui, HWC adalah turnamen street soccer yang para pemainnya berasal dari kaum "pinggiran", seperti tuna wisma, orang-orang yang hidup di jalanan, miskin, dan (eks) pengguna narkoba. Cita-cita besar program HWC adalah, melalui sepakbola mereka bisa mengubah kehidupannya menjadi lebih baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, biaya hampir selalu menjadi momok bagi Rumah Cemara setiap kali menyiapkan timnas HWC. Sebabnya, dana yang dibutuhkan memang tidaklah kecil. Seperti juga tahun ini.
"Jujur saja, kami masih deg-degan. Walaupun timnas sudah terbentuk, program persiapan sudah kami buat, tapi sesungguhnya belum ada jaminan dana untuk bisa berangkat ke Chile," ungkap manajer timnas HWC, Febby Arhemsyah, di Bandung, Rabu (13/8/2014).
Ia mengatakan, total dana yang dibutuhkan tahun ini adalah Rp 900 juta. Tiga pos terbesar adalah (1) untuk biaya road show ke sembilan kota untuk menyeleksi pemain--telah dilakukan sepanjang Juni lalu; (2) biaya training camp selama 1,5 bulan di Bandung; dan (3) transportasi Indonesia-Chile PP.
"Sampai saat ini kami baru terkumpul Rp 230 juta. Kami terus berusaha mencari dan berusaha, yang penting tim Indonesia bisa tetap berangkat," ucap Febby lagi.
Ia menerangkan, keperluan ke Chile lebih untuk tiket transportasi karena akomodasi dan konsumsi telah disediakan oleh pihak penyelenggara dan tuan rumah.
"Rencananya sih, rombongan yang akan berangkat 13 orang: 8 pemain, 5 ofisial. Tapi, skenario paling jelek kalau dana kurang, yang berangkat pemain saja, kalau perlu tidak dengan cadangannya," tambah Febby.
"Pokoknya untuk menyelamatkan Indonesia di tahun-tahun berikutnya. Kehadiran satu negara jadi penilaian tersendiri, karena banyak negara lain yang antre ingin ikut. Kalau tahun ini kita tidak ikut, kita akan dianggap tidak mampu, dan bisa jadi tahun berikutnya tidak diundang lagi."

Di tahun 2012 Rumah Cemara sampai harus "keliling" menggalang dana langsung dari masyarakat. Demikian pula tahun lalu.
"Kalau nanti kami dapat dana, kami bernazar akan main bola selama 36 jam nonstop," tutur Febby.
Tahun lalu mereka bernazar serupa, yakni dengan bermain bola selama 24 jam nonstop, karena terkendala dana. Mereka akhirnya bisa berangkat ke Polandia dan berhasil menembus babak perempatfinal.
Bagi yang ingin membantu, berikut ini infonya:
- Bank Mandiri a/n Yayasan Insan Hamdani 132-00-076-59775
- BCA: Rek 233.192.0063 a/n Reza Ozyan Havidz dan Leonardus Ady Mulyadi, KCP Setiabudi, Bandung
- Rumah Cemara Jln. Gegerkalong Girang No. 52
Telpon: 022-2011550
Contact Person: Rijki Kurniawan
Website: www.rumahcemara.org
Twitter: @rumahcemara

(a2s/din)











































