Withe Beri Pujian Pada Kurniawan
Selasa, 04 Jan 2005 00:43 WIB
Jakarta - Lolosnya Indonesia ke final Piala Tiger 2004 tidak lepas dari peran seorang Kurniawan Dwi Yulianto. Pelatih Peter Withe pun memuji habis penyerang yang akrab disapa "Si Kurus" itu.Dilansir Asean Football, pada keterangannya kepada wartawan usai pertandingan semifinal yang digelar di Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Senin (3/1/2005), Withe mengaku puas atas penampilan skuadnya menghadapi tim tuan rumah. Tidak hanya membalas kekalahan Indonesia 1-2 di Stadion Utama Senayan pada Selasa lalu, namun yang menggembirakan adalah prediksi Withe bisa mencetak empat gol bisa terwujud."Sebelum pertandingan berlangsung, saya pikir kami mampu mengantongi empat gol karena punya semua para pemain utama. Bukan ingin meremehkan Malaysia, tapi tim terbaiklah yang menang," ujar Withe.Dituturkannya lagi, kondisi di pertemuan keduanya itu berbalik bagi keuntungan Indonesia. Jika di Senayan Indonesia mendapat skor terlebih dahulu lalu Malaysia yang menang, kini di Malaysia hal tersebut justru terjadi untuk Indonesia."Sama seperti di gim pertama di mana Indonesia terbuai setelah gol pertama, sekarang giliran Malaysia yang membuat gol lebih dahulu tetapi Indonesia yang mengejar.""Kami punya tim yang mudah beradaptasi dan hari ini mereka membuktikannya. Di pertandingan ini kami telah menampilkan pola serang yang efektif," tutur Withe.Keputusan tepat memasukan KurniawanDi samping mengungkapkan kepuasannya atas penampilan tim Merah-Putih, Withe pun menceritakan bahwa keputusannya baru memasukan Kurniawan di babak kedua adalah langkah yang tepat."Saat turun minum saya beritahukan kepada pemain kita harus punya kekuatan 11 pemain dan saya telah membuat keputusan menurunkan Kurniawan di babak kedua. Dan ia pun mengubah segalanya," kata mantan pelatih timnas Thailand ini.Menurut Withe penampilan Kurniawan dalam kondisi sulit tidak perlu diragukan lagi. Pengalaman Kurniawan sebagai pemain yang pernah mencicipi liga Eropa membuatnya pemain yang matang. Itupun terlihat di menit ke-59 gol pembuka kemenangan Indonesia yang dicetak pria asal Magelang itu. "Saya pikir waktu dua tahun yang ia habiskan di Swiss makin menajamkannya sebagai striker. Cara dia untuk tetap tenang dan mencetak gol pertama adalah sebuah hal luar biasa. Striker lain mungkin tidak bisa menguasai seperti halnya Kurniawan," puji pelatih asal Inggris ini. Kurniawan yang lahir pada 13 Juli 1976 pernah bergabung selama satu musim di PSSI Primavera di mana ia sempat membela Sampdoria dalam beberapa pertandingan tur asia. Tak hanya itu selama dua tahun ia juga memperkuat klub divisi utama Swiss FC Luzern. (erk/)











































