Penting, Tropi Piala Tiger Tahun ini

Penting, Tropi Piala Tiger Tahun ini

- Sepakbola
Kamis, 06 Jan 2005 14:51 WIB
Jakarta - Jika mampu, Indonesia berpeluang meraih beberapa titel bergengsi sekaligus pada perhelatan Piala Tiger kali ini. Tapi tentu saja tropi juara menjadi yang terpenting.Banyak alasan kenapa Piala Tiger dipastikan menjadi dambaan semua fans sepakbola di tanah air. Pertama, bangsa ini sudah terlalu lama tidak punya prestasi yang membanggakan di bidang sepakbola.Kita sudah terlanjur akrab dengan anekdot yang menyindir minimnya prestasi tim sepakbola Indonesia. "Dari 200 juta penduduk, masak sih bikin satu kesebelasan saja tidak bisa?" Begitu kira-kira.Prestasi timnas Indonesia barangkali seiring sejalan dengan konflik di tubuh organisasi PSSI yang seperti "esa hilang, dua terbilang". Tidak usah jauh-jauh, sekarang pun ketua umumnya sedang mendekam di penjara karena kasus korupsi.Lupakan dulu PSSI. Kesampingkan sejenak "kekhasan" sepakbola yang ternyata masih identik dengan kekerasan, baik di kalangan pemain maupun penonton. Biarlah sukses di Piala Tiger kali ini menjadi air pembasuh di musim paceklik gelar yang sudah teramat lama membuat Indonesia kering kerontang.Penghargaan tertinggi terakhir yang pernah diboyong anak-anak Merah-Putih dari lapangan hijau adalah medali emas SEA Games 1991. Astaga, itu 'kan 13 tahun yang lalu? Alasan kedua, barangkali jika Ponaryo Astaman dkk mampu mempersembahkan gelar juara, duka bangsa ini atas musibah yang menimpa Aceh dan Sumatra Utara bisa sedikit terhibur. Hanya sedikit saja.Tak lama setelah Indonesia mengalahkan Malaysia di semifinal kedua hari Senin (3/1/2005) lalu, redaksi detikcom menerima beberapa imel dari pembaca yang mengait-ngaitkan momen tersebut dengan duka di Aceh.Salah satunya Maleek Hartono. Ia mengatakan setelah seminggu lebih bermuram durja di depan layar kaca menyaksikan derita saudara-saudara kita di Aceh dan Sumut, malam itu ia dan keluarganya bisa sejenak melompat, berteriak lepas, dan tersenyum lebar untuk mensyukuri kemenangan Indonesia."Saya hanyalah satu di antara jutaan penduduk bangsa besar ini yang haus, yang menantikan setitik air pelepas dahaga dan pelipur duka lara yang entah kapan usai ini," demikian curahan hati Maleek.Tentu saja terlampau mengada-ada untuk menyebut Aceh bisa tersenyum lagi berkat tropi Piala Tiger. Tidak mungkin. Tapi sekadar sebagai penghibur buat beberapa jam atau hari, semoga bisa.Selain gelar juara masih ada beberapa titel lain yang bisa dicapai, yaitu gelar topskor dan pemain terbaik. Sejauh ini Ilham Jayakesuma paling berpeluang mengikuti jejak Gendut Doni (2000) dan Bambang Pamungkas (2002) sebagai pencetak gol terbanyak di turnamen se-Asia Tenggara ini.Striker Persita Tangerang itu sudah mengemas tujuh gol. Saingan terdekatnya adalah Khalid Jamlus (Malaysia), Soe Myat Min (Myanmar), dan pemani Indonesia lainnya, Kurniawan Dwi Yulianto dengan lima gol. Bagaimana dengan gelar pemain terbaik, yang dua tahun lalu disandang bintang Thailand Therdsak Chaiman? Sejauh ini kita bolehlah mendukung Ilham, Hendro Kartiko, Elie Aiboy, dan Boas Salossa untuk mencapai penghargaan bergengsi itu dan bersaing dengan antara lain Khalid Jamlus, Soe Myat, serta duoSingapura Daniel Bennett dan Itimi Dickson.Jadi, jalan menuju semua itu sudah sangat dekat, tinggal dua pertandingan lagi, yakni di Jakarta (8/1/2005) dan Singapura (16/1/2005). Ayo, buat kami bangga. (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads