Ferdinand Sinaga Ingin Main Lepas dan Diminta Kendalikan Emosi

Ferdinand Sinaga Ingin Main Lepas dan Diminta Kendalikan Emosi

- Sepakbola
Rabu, 10 Sep 2014 14:50 WIB
Jakarta - Ferdinand Sinaga merupakan salah satu pemain senior yang dipanggil tim nasional Indonesia U-23 ke Asian Games 2014. Ia bertekad main lepas tanpa beban, tapi juga dianjurkan lebih cool.

Ferdinand ditunjuk pelatih Aji Santoso bersama dua pemain senior lain, Victor Igbonefo dan Ahmad Jufriyanto. Dalam kapasitasnya sebagai penyerang, ia juga diharapkan bisa menjadi panutan bagi striker lainnya yang lebih muda.

Pada laga ujicoba melawan PON DKI kemarin, Selasa (9/9) Ferdinand diturunkan sejak menit awal. Dia ditempatkan di lini depan bersama Syakir Sulaiman dan Novri Setiawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya merasa tidak ada beban main di sini. Saya mencoba bermain lepas saja. Saya akan berusaha mengimbangi cara permainan mereka," ungkap pemain asal Persib Bandung itu.

"Timnas U-23 punya kualitas yang bagus. Di sini saya akan memberikan apa yang saya bisa," tambahnya.

Terkait adaptasi dengan pemain lainnya, Ferdinand mengaku tidak ada masalah. Dia merasa tinggal sedikit lagi untuk bisa menyetel dengan gaya permainan timnas U-23.

"Adaptasi tidak masalah karena saya juga sudah kenal dengan pemain-pemain di sini. Di lapangan juga begitu. Memang masih butuh sedikit adaptasi lagi, tapi nanti di Korea 'kan masih ada latihan. Tapi saya akan semaksimal mungkin berikan yang terbaik."

Ketika disinggung soal tugasnya menjadi pantuan bagi juniornya, Ferdinand menolaknya. "Masih banyak pemain senior yang bisa jadi panutan," katanya singkat.

Pesan untuk lebih cool

Ferdinand juga dikenal sebagai pemain yang memiliki temperamen tinggi. Ia pernah memancing keributan ketika membuang handuk milik kiper Pelita Bandung Raya, Dennis Romanov, yang tergantung di jala gawangnya, lalu dibuang ke luar lapangan.

Saat membela timnas senior beberapa waktu lalu di Stadion Gelora Bung Karno, Ferdinand juga terpancing emosi karena terus disoraki penonton. Dia sampai mencoba memanjat pagar pembatas menuju penonton yang ada di tribun. Sambil diselimuti emosi, Ferdinand berusaha menghampiri penonton tersebut.

"Saya tidak ingin melihat ke belakang. Saya memanggil Ferdinand karena memang dia dibutuhkan tim. Itu saja,'' ujar sang pelatih, Aji Santoso.

Soal sifatnya yang mudah terpancing emosi, pelatih 44 tahun itu mengaku sudah berusaha melakukan pendekatan terhadap Ferdinand. Dia juga berpesan kepada pemain asal Bengkulu tersebut.

"Sudah, saya sudah ngobrol langsung dengan Ferdinand. Saya sampaikan kalau nanti main di sana (Korea Selatan) harus lebih cool. Karena di luar negeri itu peraturannya lebih ketat dan disiplin. Jadi harus lebih berhati-hati.

"Dan respons dia bagus. Dia bilang 'iya coach'," imbuh Aji.

(ads/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads