Gagal Rebut Piala Tiger, Withe Soroti Minimnya Persiapan
Minggu, 16 Jan 2005 22:00 WIB
Singapura - Banyaknya kendala persiapan dijadikan alasan oleh pelatih Indonesia Peter Withe mengomentari kegagalan timnya menjadi juara pada perhelatan Piala Tiger tahun ini.Kendala tersebut mencakup panjangnya masa kompetisi Liga Indonesia X yang memakan waktu hampir 12 bulan. Adanya pemilu dua kali dan puasa juga menyebabkan skuad asuhannya kurang porsi latihan."Kami memang punya banyak problem, kami tak punya banyak waktu untuk mengoptimalkan persiapan. Ditambah itu banyak pemain yang cedera dan terkena kartu," terang Withe usai pertandingan final di National Stadium, Singapura, Minggu (16/1/2005), yang dimenangkan tuan rumah dengan skor 2-1.Meski kalah, Withe mengatakan kepada anak-anak buahnya untuk tidak merasa malu. "Saya bangga pada cara mereka bermain. Saya memang kecewa kami tak mampu juara, tapi anak-anak sudah berusaha dengan sangat baik."Mengenai teknis penyebab kekalahan Indonesia malam ini, pelatih asal Inggris itu menyebut pada dua kesalahan fatal yang dibuat para pemain belakang. Secara khusus ia menyoroti Aris Indarto yang bermain tidak sesuai harapannya. "Anda harus membatasi diri membuat kesalahan."Withe juga memuji permainan Singapura yang mampu memanfaatkan sedikit peluang mereka dan mengubahnya menjadi gol. "Mereka juga punya pemain terbaik turnamen ini (kiper Lionel Lewis--Red). Setelah tertinggal dua gol kami seperti mendaki gunung," imbuhnya.Indonesia dengan demikian harus puas menjadi runner up, sama seperti di dua turnamen sebelumnya berturut-turut. Sebaliknya, Withe gagal mencetak hat-trick juara setelah mengantarkan timna Thailand keluar sebagai juara di tahun 2000 dan 2002."Tidak ada seorangpun di dunia yang bisa memenangi setiap pertandingan, baik sebagai pemain maupun pelatih, termasuk Brasil sekalipun. Jadi saya menerima hasil ini karena dalam sepakbola ini biasa terjadi."Ditanya soal rencanaya ke depan Withe mengatakan ia akan membangun sebuah tim yang lebih tangguh. "Saya juga akan memantau talenta-talenta bagus yang lain karena di Indonesia ada 5000 pemain," sergahnya. (a2s/)










































