Persib vs Persipura: Duel Penuh Gengsi

Jelang Final ISL

Persib vs Persipura: Duel Penuh Gengsi

- Sepakbola
Kamis, 06 Nov 2014 15:51 WIB
Persib vs Persipura: Duel Penuh Gengsi
Jakarta - Persib Bandung, salah satu tim bersejarah di kancah sepakbola Indonesia, berjaya di era Perserikatan. Persipura Jayapura sebaliknya, tak punya riwayat besar di masa lampau, tapi sukses di masa kini. Keduanya bertemu di final Indonesia Super League 2014.

Persib dan Persipura tak diragukan lagi statusnya sebagai tim top tanah air. Dua-duanya punya basis pendukung yang besar dan sama-sama punya gelar yang dibanggakan. Jika ada yang membedakan, itu tentu masa kesuksesan yang diraih kedua tim.

Persib, mulanya bernama BIVB, berdiri pada tahun 1933. Tim ini pada prosesnya jadi salah satu tim tersukses di era Perserikatan yang berlangsung pada periode 1931-1994.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lima gelar juara dikoleksi si 'Maung Bandung' sementara tujuh kali posisi runner up diraih di ajang tersebut. Soal gelar di Perserikatan, Persib hanya kalah dari Persija Jakarta (9 kali juara), Persis Solo (8), dan Persebaya Surabaya (6).

Namun Persib perlahan-lahan kehilangan taji setelah era penyatuan liga, di mana Perserikatan dan Galatama dilebur menjadi Liga Indonesia. Memang sempat mencicipi gelar juara musim pertama pada musim 1994-1995. Tapi sejak saat itu, 'Pangeran Biru' tak pernah lagi mampu menempati singgasana teratas sepakbola Indonesia.

Sementara Persib berjaya di era Perserikatan, Persipura tak punya rekam jejak prestasi yang bagus di periode tersebut. Prestasi tertingginya hanya menjadi runner up di tahun 1980.

Setelah penyatuan kompetisi pun Persipura belum mampu langsung unjuk gigi. Baru sepuluh tahun sejak Liga Indonesia bergulir, tim 'Mutiara Hitam' meraih gelar pertamanya.

Persipura pada prosesnya eksis sebagai tim papan atas tanah air. Setelah Liga Indonesia berganti format menjadi Indonesia Super League, tim Indonesia timur itu mampu bahkan mampu meraih tiga gelar, masing-masing pada 2008-2009, 2010-2011, dan 2013 lalu.

Maka pertemuan Persib dan Persipura di Stadion Jakabaring pada final ISL 2014 ini bisa disebut ajang pertemuan dua tim beda masa, tim yang pernah berjaya di masa lalu dan tim yang tengah sukses di masa kini. Bukan berarti salah satu tim lebih unggul dari tim lainnya, karena keduanya bisa dibilang punya tantangan dan kans sama besar.

Persib tentu ingin mengakhiri puasa gelar di divisi teratas. Tapi tak akan mudah mengingat sang lawan sementara Persipura punya pengalaman juara dalam beberapa musim terakhir.

Sementara Persipura punya mimpi mempertahankan gelar. Kenyataannya, sejak penyatuan kompetisi tak ada yang pernah berhasil mempertahankan trofi.

Menariknya, kedua tim ini sama-sama lolos ke babak 8 besar sebagai runner up. Persib finis di urutan dua di wilayah barat di bawah Arema Cronus, sedang Persipura posisi dua wilayah timur di belakang Persebaya Surabaya.

Jika membandingkan laju sepanjang musim ini, Persib boleh jadi sedikit dalam posisi lebih baik. Dari total 20 laga yang dijalani di fase grup, anak asuh Djadjang Nurdjaman itu membukukan 12 kemenangan dan hanya kalah tiga kali. Total mereka mengoleksi nilai 41, tertinggal lima angka dari Arema.

Persipura sebenarnya hanya mencatatkan 10 kemenangan di fase grup, namun mereka juga cuma menelan satu kekalahan. Total Boaz Solossa dkk. mencatatkan nilai 39, kalah empat poin dari Persebaya.

Namun di babak delapan besar, baik Persib dan Persipura tampil lebih baik daripada tim-tim juara di fase grup. Persib melanjutkan laju apiknya dengan mengoleksi empat kemenangan dan hanya kalah satu kali dari lima pertandingan. Demikian halnya dengan Persipura, yang menjuarai Grup 1 dengan catatan empat kemenangan dan dua kali kalah.

Jalan ke final pun diretas dengan cukup meyakinkan oleh kedua tim. Persib membungkam Arema 3-1, sementara Persipura mengandaskan Pelita Bandung Raya dua gol tanpa balas.

Lantas siapa yang akan keluar sebagai juara pada laga final di Jakabaring (7/11/2014) besok? Apakah Persib berhasil mengakhiri penantian gelar? Atau Persipura yang mencatatkan sejarah sebagai tim pertama yang mempertahankan titel?

(raw/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads