PSSI kerap memberi "remisi" hukuman pada pelanggar disiplin di Liga Indonesia. Soal hal itu Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi juga turut memelontarkan komentar.
Sepakbola nasional kembali mendapatkan sorotan aklibat kasus 'sepakbola gajah'. Lima gol bunuh diri tercipta dalam laga divisi utama melawan PSS Sleman melawan PSIS Semarang. Kejadian ini juga mendapatkan sorotan tajam dari media asing.
Komdis sudah menjatuhkan sanksi atas kasus ini. 'Laskar Sembada' dan 'Mahesa Jenar' sudah didiskualifikasi dari kompetisi Divisi Utama musim ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Hinca mengirimkan sinyal bahwa pelakunya bisa saja dihukum selama seumur hidup andai diputuskan bersalah.
"Kalau Komdisi Disiplin itu disiplin betul, diterapkan keputusan itu diterapkan pada kesebelasan lain di semua kompetisi, saya kira itu satu langkah untuk perbaikan," ucap Imam saat mengunjungi kantor detikcom, Kamis (6/11) sore WIB.
Pada banyak kasus, hukuman yang diputuskan Komdis kerap "terpangkas" di Komisi banding PSSI. Sebuah contoh adalah kasus Peter Rumaropen yang disanksi akibat melakukan pemukulan pada wasit. Hukuman seumur hidup itu diganti hanya dengan sanksi selama setahun.
(cas/a2s)










































