Ini Gagasan Menpora soal Suporter yang Kerap Bikin Masalah

Ini Gagasan Menpora soal Suporter yang Kerap Bikin Masalah

- Sepakbola
Senin, 10 Nov 2014 11:18 WIB
Ini Gagasan Menpora soal Suporter yang Kerap Bikin Masalah
Pendukung Persib yang pulang dari Palembang menerima perawatan karena bus yang ditumpangi rusak parah. (CNN Indonesia/Istimewa/Firman Fauzi)
Jakarta -

Salah satu problem besar sepakbola Indonesia adalah suporter yang masih sering bikin onar. Seperti apa solusi yang efektif, Menpora Imam Nahrawi memberi sejumlah gagasannya.

Beberapa waktu lalu terjadi kerusuhan suporter di Solo, yang mengakibatkan seorang meninggal dunia. Kemarin, rivalitas fans Persib dan Persija memanas lagi.

Bobotoh menuding The Jak menyerang dan melempari bus mereka di perjalanan Bandung-Palembang PP, terkait pertandingan final ISL. Di Bandung, terjadi perusakan beberapa kendaraan bernomor plat B, oleh bobotoh, di sela-sela pesta massal keberhasilan Persib menjadi juara musim ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketika di jalan seperti ini, kita minta setiap event ke polisi dan TNI mengawal setiap rangkaian suporter. Kita juga minta mendesak pada PSSI untuk ambil langkah tegas dan memperingatkan manajemen agar mereka punya mekanisme cara utk menangani suporter," ujar Imam Nahrawi usai menghadiri upacara Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan (TMP), Jl Raya Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (10/11/2014).

Hal lain yang juga disebut Imam adalah ketertiban suporter, termasuk dalam menonton pertandingan di dalam stadion.

"Kita juga minta setiap pembelian karcis, di karcis itu sudah ada nomor bangku," ujarnya.

Bagaimana dengan antisipasi keributan lain di luar stadion?

"Saya kira kita harus segera memanggil petinggi masing-masing, duduk bersama dengan Bonek, Aremania, The Jakmania, dan lain-lain. Tapi ini bukan masalah hilir ya, tapi hulu," kata politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa itu.

Yang dimaksud dengan hulu adalah para elite di kalangan suporter itu sendiri. Soalnya, mereka akan menjadi contoh dan panutan bagi suporter-suporter di bawahnya.

"Perilaku elite, sehingga yang bawah seperti ini. Harus dimulai dari atas semuanya, karena rentetannya ke bawah. Yang di atas bikin kebijakan nanti bawah mengikuti."

(aws/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads