Kala Jacksen Jadi Pemandu Wisata di Kampung Halamannya

Laporan dari Brasil

Kala Jacksen Jadi Pemandu Wisata di Kampung Halamannya

- Sepakbola
Selasa, 11 Nov 2014 12:19 WIB
Kala Jacksen Jadi Pemandu Wisata di Kampung Halamannya
Jacksen dan detiksport (istimewa)
Rio de Janeiro - Tugas Jacksen F Tiago di Brasil adalah menjadi pelatih tim Garuda Muda Indonesia yang akan main di final dunia Danone Nations Cup (DNC) 2014. Tak cuma itu, ia juga nyambi jadi tour guide di 'Negeri Samba'.

Selama kurang lebih dua minggu Jacksen menangani tim yang punya nama asli SSB Asad 313 Purwakarta ini. Setelah menjalani lima hari TC (training camp) di Rio de Janeiro, hari Selasa (11/11) rombongan akan bertolak ke Sao Paulo untuk dikarantina sebelum turnamen dimulai 14-16 November ini.

Berada di kampung halaman, Jacksen pun tak menyia-nyiakan kesempatan untuk bertemu dengan keluarganya, terutama ibunya. Hari Sabtu (8/11) saya beserta tiga teman diajak untuk berkeliling kota Rio.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekitar jam setengah 4 sore waktu setempat, kami diantar Jacksen dari tempat kami menginap menggunakan mobilnya. Jacksen menceritakan tentang tempat-tempat yang kami temui sepanjang perjalanan kami.

Tak lupa dia juga membawa kami melintasi jembatan sepanjang 13 KM yang menjadi tempat syuting film Fast Five. Tapi tujuan kami tentunya adalah pantai Copacabana yang mendunia itu.

Tak afdol tentunya kalau ke Brasil belum menginjak pasir Copacabana, dan kami pun menikmati sore di sana dengan ditemani air kelapa serta minuman kaleng khas Brasil, Guarani.

Oiya, kami sempat meminta Jacksen untuk membawa ke Maracana yang termasyhur itu. Kebetulan saat itu klub Serie B Liga Brasil, Vasco Da Gama, sedang bertanding. Lalu apa jawab Jacksen?

"Boleh saja, nanti kalian saya turunkan di sini. Saya tidak ikut dan kalau sudah selesai pertandingan, nanti saya jemput lagi ya," ujar Jacksen sambil tertawa.

Kami pun ikut tertawa sebab tahu bahwa Jacksen adalah Flamengo, klub rival berat Vasco. Flamengo sendiri adalah klub terbesar di Rio selain Botafogo, Fluminense, dan Vasco.

Jacksen juga mengajak kami mengunjungi rumahnya di daerah Maria Da Grasa, yang terletak di dekat Favela, perumahan padat penduduk yang jadi ikon kota Rio. Sekitar sejam Jacksen melepas kangen dengan keluarganya, sambil mengajak kami berbincang serta menyuguhkan teh dan kopi khas Brasil.

Sesudah Jacksen membagi oleh-oleh untuk keluarganya, di mana salah satunya adalah tongsis (tongkat narsis) yang sedang booming di Indonesia, kami pun beranjak ke mall di dekat rumahnya untuk makan malam.

Jacksen pun menjanjikan kami serta tim untuk mengantar kami ke ikon Rio lainnya yakni patung Cristo Redentor yang terletak di puncak bukit. Itulah yang memang kami tunggu-tunggu, karena Anda belum ke Rio jika tidak berkunjung ke sana. [Baca ceritanya di sini]

Obrigado, Jacko!

(mrp/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads