Berbeda dengan persiapan sebelumnya, tim 'Merah Putih' terbang ke negara tuan rumah DNC lebih awal dari jadwal putaran final.
Tim asuhan Jacksen itu menjalani pemusatan latihan lebih dulu sejak, Kamis (6/11), di Andef Sport Center, Niteroi, Rio de Janeiro, selama lima hari. Tak cuma itu mereka juga sudah melakoni dua laga ujicoba kontra tim lokal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya rasa ini sangat tepat, karena faktor jarak. Mungkin ini adalah TC pertama di negara final Danone. Terutama karena faktor jarak antara Brasil dan Indonesia sangat jauh sekali. Sehingga harus ada sebuah persiapan, proses adaptasi dengan iklim, budaya, dan makanan," tutur Jacksen mengomentari TC yang sudah diberikan oleh Aqua Danone Indonesia itu.
"Kalau saya melihat perkembangan anak-anak terutama di meja makan, sangat luar biasa, mereka sudah bisa makan semua yang disiapkan di sini tanpa mengeluh. Kami tidak harus lagi mengawasi seperti di Rio kemarin. Jam tidur mereka juga lebih teratur dan juga soal pergaulan," sambungnya dalam perbincangan dengan detikSport.
"Teman-teman (media -red) juga bisa lihat bagaimana pergaulan mereka dengan sekitarnya, lingkungan baru, sangat luar biasa. Jadi, (TC) ini sangat tepat dan saya sangat senang bisa jadi bagian dari tim ini di tanah kelahiran saya. Jadi selain pelatih, saya juga bisa menjadi guide (tour guide) mereka juga."
Hasil TC selama kurang lebih lima hari itu juga dinilai Jacksen sudah berefek positif untuk tim. Diakui bahwa Garuda Muda sudah bisa beradaptasi baik dengan lingkungan baru mereka, di mana banyak peserta dari negara lain dan dengan budaya berbeda.
"Sangat bagus sekali, tidak ada kendala sama sekali. Dan mereka bisa berbaur dengan tim-tim lain. Interaksi mereka dengan negara lain dan tadi pagi banyak orang, karyawan hotel minta foto dengan mereka. Banyak yang tertarik dengan kesopanan mereka, di mana selalu salam dan menyapa setiap orang ditemuinya."
"Jadi setiap peserta yang kami ketemu, kami selalu bersalaman dan respek kepada mereka. Tapi kami tidak takut dengan mereka, kami akan hadapi mereka dengan kemampuan terbaik kami.
"Demam Panggung? Tidak ada. Paling cuma euforia, ekspektasi yang tinggi terhadap momen. Paling kekagetan kepada beberapa lawan yang luar biasa tinggi, yang saya rasa umurnya bukan 12 tahun, saya rasa lebih. Tapi kami sudah bilang bahwa mereka punya potensi, kami juga potensi. Kami punya senjata dan itu yang akan digunakan," tuntas Jacksen.
Semoga saja apa yang dikatakan Jacksen ini dapat terbukti ampuh, saat Garuda-garuda Cilik ini melakoni laga pembuka kontra Afrika Selatan, Jumat (14/11) besok.
(mrp/cas)











































