Berbekal kemenangan 3-0 atas Afrika Selatan di laga pertama, Jumat (14/11), Indonesia tampil percaya diri sejak menit awal melawan Meksiko dan mampu merepotkan pertahanan lawan.
Tapi Meksiko lah yang unggul duluan di menit keempat lewat titik putih menyusul pelanggaran yang dilakukan kiper Indonesia, Reynaldi. Setelah itu Meksiko relatif menguasai jalannya pertandingan dan terus menekan pertahanan Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil 1-1 sudah cukup mempertahankan posisi Indonesia di urutan teratas Grup D dengan 4 poin, unggul selisih gol dari Meksiko. Namun, secara permainan Indonesia dianggap menurun dari laga pertama dan tak tampil dalam performa terbaiknya.
"Tadi lawan Meksiko 1-1, secara tim permainan kami kurang memuaskan karena Meksiko mengurung Indonesia. Seandainya kami bisa bermain lebih efektif, mungkin kami bisa tampil lebih baik dari saat melawan Afrika Selatan," ujar gelandang Indonesia, Tri Gani, usai pertandingan.
"Secara postur memang kami kalah, tapi pemain Indonesia itu otaknya jalan," sambung Rifki W. Firdatulah ketika ditanya soal perbedaan postur mereka dengan Meksiko.
Di laga terakhir melawan Belgia, Indonesia hanya butuh hasil seri untuk memastikan tempat di babak 16 besar. Tapi kemenangan jadi harga mati untuk juara nasional DNC Cup Indonesia itu.
"Lawan Belgia, kami optimistis menang 3-0," kata Rifki yang akrab disapa Okto oleh kawan-kawannya itu.
(mrp/mfi)











































