Timnas U-23 cuma sampai babak 16 besar Asian Games 2014 lalu meski secara target tim besutan Aji Santoso itu telah sukses memenuhinya. Lalu kegagalan tersebut diikuti oleh yuniornya, yaitu timnas U-19.
Masih hangat dalam ingatan, Evan Dimas dan kawan-kawan tak bisa berbuat banyak di Piala Asia U-19 2014 setelah melakukan persiapan selama satu tahun. Tak hanya menggelar pemusatan latihan, mereka juga sempat menjalani tur mulai dari tur nusantara hingga ke negeri Spanyol.
Yang terakhir adalah timnas senior di Piala AFF 2014. Tim besutan Alfred Riedl itu nyaris mustahil melaju ke semifinal lantaran Indonesia saat ini hanya menempati posisi tiga klasemen Grup A dengan nilai satu, tertinggal lima angka dari Filipina dan tiga angka dari Vietnam.
Kans untuk lolos sebenarnya masih ada, tapi Indonesia harus menang besar atas Laos pada Jumat (28/11/2014) dan pada saat yang bersamaan Vietnam kalah dari Filipina dengan skor yang signifikan.
Melihat pencapaian-pencapaian timnas tersebut, BTN sebagai pengelola seharusnya memang bertanggung jawab. Pasalnya, mereka yang bertugas untuk menyusun program timnas. Sementara itu, tim HPU (High Performance Unit) yang masuk di dalamnya, bertugas di bagian teknis dan data untuk tim pelatih.
Anggota Komite Eksekutif PSSI, Toni Apriliani, mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi secara menyeluruh, termasuk membahas kinerja BTN selama ini. Pembicaraan mengenai hal itu bakal diadakan sebelum Kongres Tahunan PSSI pada Januari 2015 mendatang.
"Seluruh program kerja BTN akan dibahas sebelum kongres. Mana yang buruk harus diperbaiki. Tapi yang pasti, BTN akan melakukan konsolidasi kepada kami lebih dulu. Intinya, kongres tahunan kami akan melakukan evaluasi semua," ungkap Toni.
Sementara itu, terkait masa depan Alfred Riedl, dia mengakui bahwa pelatih asal Austria itu memang dikontrak hingga Piala AFF 2014. Kontrak Riedl cuma diperpanjang kalau timnas jadi juara.
"Kalau dengan pelatih berdasarkan MoU memang ditargetkan bisa membawa juara AFF. Tapi melihat pencapaian sekarang, kami sangsi bisa lolos dari fase grup. Berarti pelatih dengan sadar harus mundur. Tapi semua kembali lagi pada kewenangan PSSI," kata Toni.
(ads/mfi)











































