'Semakin PSSI Menjauhi Negara, Problem Bakal Semakin Akut'

'Semakin PSSI Menjauhi Negara, Problem Bakal Semakin Akut'

- Sepakbola
Selasa, 23 Des 2014 07:23 WIB
Jakarta -

Niat Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk mengawasi dan mengevaluasi PSSI disebut sebaiknya diterima dengan tangan terbuka oleh federasi sepakbola Indonesia tersebut.

Dalam beberapa pekan terakhir, isu mengenai keinginan Kemenpora untuk mengawasi PSSI menghangat. PSSI, lewat wakil ketua umumnya, La Nyalla Mattaliti, sempat antipati terhadap keinginan tersebut. Menurutnya, yang mengawasi PSSI seharusnya bukanlah pemerintah, melainkan stake holder di federasi.

Namun, dalam diskusi 'Menatap Masa Depan Sepak Bola Indonesia' di kantor CNN Indonesia, Jakarta, Senin malam (22/12/2014), Anggota Eksekutif Komite PSSI Toni Apriliani mengatakan bahwa dia tidak kontra terhadap keinginan Kemenpora tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Toni menyebut, PSSI mau-mau saja bekerjasama dengan Kemenpora (baca: pemerintah), namun enggan menyebut apa yang akan dilakukan Kemenpora tersebut sebagai sebuah pengawasan atau pengevaluasian. Toni lebih suka menyebutnya sebagai sebuah pengkooperasian.

"Lebih tepat kalau dibilang untuk berkooperasi," ucap Toni.

Pada kesempatan yang sama, penulis serta chief editor dari Pandit Football, Zen RS, yang diundang sebagai pembicara dalam diskusi tersebut, mengatakan bahwa sebaiknya PSSI menyambut baik uluran tangan dari Kemenpora.

Dia memaparkan bahwa di masa lalu, Indonesia justru berjaya ketika federasi diurus dan diperhatikan oleh orang-orang pemerintahan.

"Secara historis, puncak-puncak prestasi Indonesia itu terjadi ketika tidak ada masalah antara federasi dan negara," ujar Zen.

"Semakin federasi menjauhi negara, problem bukannya selesai, tapi makin akut."

"Sejarah paling banal justru terjadi ketika ada masalah saat federasi menjauh dari negara. Misalnya ketika PSSI sedang disorot-sorotnya, tiba-tiba pemain timnas diajak sarapan ke rumah politisi. Lalu, tahun ini, tiba-tiba sekelompok anak belasan tahun tiba-tiba men-tweet dukungan kepada Prabowo."

"Kemarin ada yang nanya sama saya, apa pantas negara mengurus sepakbola? Buat saya pantas, karena sepakbola masih olahraga. Masih pantas Menpora mengurus. Kecuali sepakbola adalah rukun Islam, baru yang mengurus Menteri Agama," kata Zen.

Zen juga mengingatkan kepada Kemenpora, niatan mereka untuk membentuk Tim Sembilan sebagai pengawas janganlah hanya jadi bluffing (gertak sambal) semata. Dan yang lebih penting lagi, dia juga mengingatkan Menpora Imam Nahrawi untuk memiliki ketegasan.

"Yang paling pertama, Menpora harus punya standing point. Jangan sampai di awal malah memasukkan orang-orang dari partai, entah itu PDIP atau PKB."

(roz/nds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads