Ingatkan Menpora Jangan Intervensi PSSI, Komisi X Juga Desak Pembuat Masalah Ditertibkan

Ingatkan Menpora Jangan Intervensi PSSI, Komisi X Juga Desak Pembuat Masalah Ditertibkan

- Sepakbola
Minggu, 04 Jan 2015 12:44 WIB
Ingatkan Menpora Jangan Intervensi PSSI, Komisi X Juga Desak Pembuat Masalah Ditertibkan
detikSport/Femidiah
Jakarta -

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) diingatkan untuk jangan sampai mengintervensi PSSI. Hal itu seperti diungkapkan oleh Ketua Komisi X DPR Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya.

Untuk diketahui, jelang kongres digelar, Minggu (4/1/2015) hari ini, Menpora Imam Nahrawi mengumumkan sejumlah nama yang masuk dalam tim sembilan. Tim Sembilan dibentuk dengan tujuan untuk mengawasi kinerja PSSI.

Hal itu mengingat beberapa masalah yang muncul di persepakbolaan nasional dalam beberapa waktu belakangan. Kegagalan timnas dari U-19 sampai level senior, sepakbola gajah, hingga persoalan tunggakan gaji pemain yang belum terselesaikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Atas pembentukan tim sembilan itu, reaksi beragam muncul dari pengurus PSSI. Tapi sang ketua, Djohar Arifin, sudah mengungkapkan bahwa dirinya akan berbaik sangka.

Kini, satu tanggapan juga diungkapkan oleh Komisi X DPR RI yang mengurusi bidang olahraga. Teuku berharap agar pembentukan tim sembilan tak menimbulkan masalah baru.

"Saya tidak tahu apakah ada kepentingan atau pembisik tapi kita berharap semua pihak termasuk Kemenpora tidak terpancing untuk mengintervensi PSSI, walaupun kata-katanya bukan intervensi. Tapi langkah-langkah yang diambil jangan sampai menimbulkan masalah baru di dalam PSSI yang saat ini tengah berbenah," kata Teuku.

Hal ini, menurut Teuku, karena sejatinya PSSI sendiri saat ini sudah mulai menunjukkan adanya perbaikan.

"Ya kita lihat hasilnya sudah terlihat membaik. Seperti terkait transparasi keuangan mereka sudah bekerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sehingga hasil pengeluaran keuangan mereka lebih transparan. Juga soal judi bola, mereka akan bekerja sama dengan pihak Polri," tutur Teuku.

"Jadi, sebenarnya kalau memang mau membenahi harusnya pihak yang membuat masalah itu yang kita tertibkan, bukan PSSI-nya yang kita obok-obok," imbuhnya.

(mcy/cas)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads