Demikian hal itu disampaikan salah satu anggota Tim Sembilan, Gatot S. Dewa Broto kepada pewarta, usai melakukan rapat di Kantor Kemenpora, Senayan, Selasa (13/1/2015).
Pada rapat yang berlangsung lima jam tersebut, Gatot menghadirkan sejumlah pihak yang ditemukan dalam satu ruangan. Mereka adalah Badan Intelkam (Intelejen dan Keamanan) Mabes Polri, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), Dirjen Imigrasi, PPATK, dan internal Kemenpora. Sementara satu undangan yang tidak hadir adalah Kementerian Tenaga Kerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memanggil internal Kemenpora karena dalam konteks perijinan pelatih, atau pemain asing sejauh ada rekomendasi kementerian terkait dalam hal ini Kemenpora. Maka kami undang kementerian lain, deputi hukum untuk mengungkap statusnya," lanjut dia.
Dari hasil pertemuan itu, Tim Sembilan menghasilkan rekomendasi. Rekomendasi tersebut nantinya akan dibawa ke Imam Nahrawi dan diharapkan bisa disetujui. Selanjutnya akan dibuat Momerandum of Understanding (MoU) sebagai bekal untuk melangkah lebih jauh.
"Hasil pertemuan tadi adalah akan dibuat Momerandum of Understanding (MoU) antara Kemenpora dengan pihak PP ATK. Karena sekadar informasi tanpa ada MoU ini mungkin yang hanya bisa dilakukan Kemenpora hanyalah pengaduan kepada PP ATK. Tetapi kalau ada MoU, kemungkinan Kemenpora bisa bergerak lebih jauh."
"Kemudian yang kedua, harus ada MoU antara Kemenpora bersama Kapolri. Insyaallah Kapolri yang baru. Karena proses perijinan yang dilakukan oleh Intelkam Mabes Polri, meskipun prakteknya berjalan dengan lancar tapi ada rambu-rambu tertentu antara hak dan kewajiiban Kemenpora dengan pihak polisi, khususnya Intelkam belum sepenuhnya mulus. Kami tidak ingin menyalahkan, tapi menyalahkan sendiri, mungkin ada yang kurang. Selanjutnya akan dibuat one stop service, supaya klub, pemain, atau agency tidak merasa dipimpong. Tidak merasa di Kemenpora dulu, atau PSSI dulu, atau ke BOPI dulu. Tapi apapun jenis kegiatannya one stop service, perijinan bisa cepat," paprnya.
"Kapannya MoU itu dibuat? Target Tim Sembilan rekomendasi itu harus diwujudkan selama Tim Sembilan berlangsung. Jadi jangan sampai baru direalisasikan pasca Tim Sembilan selesai. Kami akan laporkan itu besok pagi sebagai bentuk output kami terhadap kinerja kami," tegasnya.
(mcy/din)










































