Nasib kick-off Indonesia Super League (ISL) 2015 masih belum jelas. Kini, keputusan diberi atau tidaknya rekomendasi untuk ISL ada di tangan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.
Setelah menggelar rapat darurat kemarin, PT. Liga Indonesia dan perwakilan 18 klub menyambangi kantor Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), Selasa (17/2/2015).
Datang pukul 15.44 WIB, PT Liga dan klub-klub ISL disambut oleh Ketua Umum BOPI Noor Aman dan Sekretaris Jenderal BOPI Heru Nugroho. Sementara itu, rombongan PT Liga dipimpin oleh CEO Joko Driyono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertemuan tadi memang berjalan alot," kata Gatot saat membuka sesi jumpa pewarta.
Setelah itu, Noor Aman memberikan kesimpulan mengenai hasil pertemuan BOPI dengan PT Liga dan klub-klub ISL.
"Pertemuan tadi sebenarnya adalah proses verifikasi. Untuk menuju ujung keputusan yang berupa rekomendasi," ungkap Noor Aman.
"Hal yang urgent dalam proses verifikasi ini berkaitan dengan hak. Hak dari pemain dan pelatih. BOPI bekerja sama dengan PT Liga untuk memverifikasi kesiapan klub-klub itu."
"Kami berdua bersepakat bahwa jika ada klub yang belum menyelesaikan masalah utang terhadap pemain, akan diselesaikan dalam dua hari."
"Masalah administrasi pelatih dan pemain, juga masih dalam proses. Kapan akan mereka penuhi? Kalau syarat-syarat itu sudah dipenuhi, maka kami akan segera lapor kepada menteri. Menteri yang akan membuat keputusan jalan atau tidak jalan," jelasnya.
Kick-off ISL direncanakan berlangsung pada 20 Februari mendatang. Adalah laga antara Persib Bandung melawan Persipura Jayapura di Stadion Si Jalak Harupat menjadi partai pembuka.
Hingga kurang dari tiga hari, kepastian rekomendasi ISL masih menunggu keputusan dari Menpora.
Gatot mengatakan bahwa jawaban dari kemenpora akan diberikan, Rabu (18/2) besok pagi. Lalu, siangnya mereka akan memberi tahu ke PT Liga soal keputusan Menpora.
(cas/roz)










































