Menurut pengakuannya, dia tak cuma merasakan tampil di markas klub ibukota, Persiraja Banda Aceh, tapi juga di sejumlah tempat lain seperti Bireun, Langsa, Sigli, dan Lokhseumawe.
"Bayangan saya bermain di Aceh itu mengerikan karena ini daerah konflik. Tapi ternyata itu tak terbukti," kata Kurniawan kepada detiksport di Banda Aceh, Senin (2/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesempatan kembali ke Aceh didapatkan lagi saat dia didapuk menjadi talent scout program Clear Ayo! Indonesia Bisa Academy. Aceh menjadi seleksi level provinsi pertama dalam pencarian 11 pemain terbaik yang akan dikirim ke Manchester pada Mei mendatang.
Kesempatan ke Aceh juga dimanfaatkan "Si Kurus" untuk mendatangi Pantai Lampuuk di Banda Aceh.
"Baru tahu saya ada tempat oke ini. Sayang kalau potensinya tidak dikembangkan," ucap dia mengomentari keindahan pantai pasir putih itu.
Kurniawan sudah gantung sepatu sejak 2013. Saat ini dia mulai mengasah kemampuan menjadi pelatih. Lisensi C AFC juga sudah dikantongi.
(fem/a2s)










































