Ada beberapa kriteria yang digunakan dalam melakukan seleksi pemain Clear Ayo! Indoensia Bisa Academy. Salah satu yang terpenting menurut Kurniawan Dwi Yulianto adalah semangat pantang menyerah.
Seleksi pertama Clear Ayo! Indoensia Bisa Academy sudah digelar di Aceh sepanjang akhir pekan lalu. Buat pesepakbola belia Indonesia yang berminat mengikuti ajang tersebut demi bisa mengikuti latihan di Old Trafford, pintu masih terbuka karena masih ada seleksi yang dilakukan di beberapa kota.
Kota berikutnya yang didatangi adalah Jakarta pada 7-8 Maret. Dilanjutkan dengan Bandung (14-15 Maret), Semarang (21-22 Maret), Malang (28-29 Maret) dan berakhir di Papua (4-5 April).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mencari 11 pemain terbaik. Saya dan Zaenal Abidin mempunyai satu visi. Di samping soal skill dan teknik individu, kami mencari pemain yang tidak mudah menyerah," kata Kurniawan.
"Kami mencari pemain yang mempunyai karakter dan kemauan. Pemain-pemain seperti itulah yang potensinya bisa lebih mudah berkembang," jelas pria 38 tahun itu.
Meski menjadi kompetisi antar SSB (sekolah sepakbola), ajang CLEAR Ayo! Indonesia Bisa Academy hanya akan mencari 11 pemain muda yang beruntung untuk mengikuti training camp di Manchester United Soccer School. Sesi latihan di akademi The Red Devils itu akan digelar pada bulan Mei mendatang.
(fem/din)










































