Melatih anak-anak bukan pekerjaan yang lebih mudah dibanding para pelatih di level senior. Memimpin pemain usia muda berarti harus berhati-hati meletakkan pondasi yang bagus dan kokoh.
Demikian diutarakan Coach Zaenal Abidin usai memantau CLEAR Ayo! Indonesia Bisa Academi round province Bandung. Menurutnya melatih anak-anak perlu kehati-hatian tinggi karena di sanalah pondasi permainan dan mental mereka mulai dibangun.
Pemain muda disebutnya jangan sembarangan dapat promosi kelompok umur. Anak-anak sedianya tetap menjadi anak-anak dan bertarung di kelompoknya sendiri. Mengejar sukses instant dipastikannya justru bisa memunculkan masalah dalam perjalanan karier si anak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memaksakan anak-anak hanya akan mendatangkan sukses sesaat. Nantinya mereka (anak-anak) akan gagal jika dipaksakan berlatih bersama tim senior," lanjutnya.
Dari hasil scouting yang dilakukan di tiga kota berbeda yakni Aceh, Jakarta, dan Bandung, Coach Zaenal menemukan beberapa hal yan diakuinya menarik. Anak-anak di masing-masing kota tersebut punya karakter permainan yang berbeda satu dengan lainnya.
"Sejauh ini mengesankan. Di Aceh, pemain-pemainnya punya semangat tinggi. Jadinya tempo permainan mereka juga tinggi, meski skill kurang halus. Nah, kalau di Jakarta spirit-nya turun, tapi mereka punya skill lebih baik. Kalau di Bandung ini, rata-rata spirit tidak tinggi, skill juga. Tapi kemampuan pemainnya sangat merata," lanjutnya dalam perbincangan dengan detiksport dan Galeri Sepakbola Indonesia.
(din/roz)











































