Apa Kabar Tim Sembilan Kemenpora?

Apa Kabar Tim Sembilan Kemenpora?

- Sepakbola
Selasa, 24 Mar 2015 14:39 WIB
Jakarta -

Pada 2 Januari lalu Menpora Imam Nahrawi membentuk Tim Sembilan dengan tugas mengevaluasi kondisi persepakbolaan di Tanah Air. Sudah menghasilkan apa saja mereka?

Terdiri dari 9 orang dari berbagai kalangan, mulai dari sosiolog, mantan pemain nasional, akademisi, mantan duta besar, hingga perwakilan dari Kemenpora sendiri, Tim Sembilan dibentuk ketika ramai kembali wacana memperbaiki sepakbola nasional, terutama sejak munculnya skandal "sepakbola gajah".

Dalam prosesnya, Tim Sembilan sudah memanggil sejumlah pihak seperti asosiasi pemain, kelompok suporter, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Komite Informasi Pusat (KIP), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Dirjen Imigrasi, Mabes Polri, hingga PSSI, dan lain-lain

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selama ini Tim Sembilan banyak berdialog dengan sejumlah pihak, mulai dari tamu terbuka dan yang tertutup. Tapi untuk sekarang kami hanya fokus kepada pendalaman masalah. Artinya kami mensinkronisasi materi tersebut berdasarkan keahlian dari kompetensi dari keahlian masing-masing Tim Sembilan," papar juru bicara Kemenpora yang juga anggota Tim Sembilan, Gatot S. Dewa Broto, kepada detiksport, Selasa (24/3/2015).

Sudah ada sejumlah rekomendasi yang dikeluarkan tim ini, salah satunya dan yang paling mengejutkan adalah meminta Menpora Imam Nahrawi, melalui Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), untuk menunda kick-off kompetisi ISL 2015 karena belum memenuhi standar FIFA, AFC, dan Undang-undang Sistem Keolahragaan Nasional.

Selain menyerahkan urusan "legalitas" ISL kepada BOPI -- yang hingga kini masih melakukan verifikasi--, Tim Sembilan juga merekomendasikan Menpora untuk membuat nota kesepahaman dengan sejumlah pihak, yakni Kepala PPATK, KIP, dan Kepala Polisi republik Indonesia (Kapolri).

Nota Kesepahaman ini dianggap penting oleh Tim Sembilan supaya ada legalitas formal dengan pihak-pihak terkait untuk melangkah lebih jauh.

Tak hanya itu, Tim Sembilan juga telah membuat rekomendasi bahwa harus ada One Stop Service (OSS). Dikaitkan dengan sepakbola, contohnya, OSS akan difungsikan untuk mempermudah PT Liga Indonesia sebagai operator kompetisi atau PSSI dalam mengajukan izin pertandingan, yang mana birokrasinya pun disederhanakan. Tujuannya adalah supaya klub-klub atau operator kompetisi tidak merasa dipersulit dalam mengurus perizinan.

"Untuk penandatanganan nota kesepahaman akan dilakukan Rabu (25/3) besok. Penandatangan akan dilakukan antara Menpora dengan Kepala PPATK, dan Menteri KIP. Sementara MoU dengan pihak kepolisian belum karena di Istana belum menunjuk nama Kapolri. Sementara yang ada sifatnya masih pelaksana tugas. Jadi kami memandang ditunda dulu," kata Gatot.

Awalnya Tim Sembilan diberi tugas selama tiga bulan. Namun Menpora telah memutuskan untuk memperpanjang masa tugas mereka.

"Tim Sembilan masa tugasnya diperpanjang hingga akhir April dengan alasan masih ada beberapa materi yang secara khusus harus dibahas," tukas Gatot.

(mcy/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads