Protes Keputusan BOPI & Menpora, Aremania Bakal Datangi DPRD

Protes Keputusan BOPI & Menpora, Aremania Bakal Datangi DPRD

- Sepakbola
Minggu, 12 Apr 2015 20:51 WIB
Malang -

Kelompok suporter Arema Cronus, dikenal sebagai Aremania, akan mendatangi DPRD untuk menyerahkan surat kecaman atas keputusan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan Kemenpora. Aremania menilai Kemenpora sudah mencederai 'Singo Edan' melalui BOPI.

"Besok pagi kami datangi DPRD, untuk audensi soal keputusan Kemenpora melalui BOPI yang mencederai Arema. Keputusan ini jelas pesanan dari orang-orang berkepentingan untuk menjatuhkan Arema. Tak hanya itu kami mencium adanya upaya membentuk PSSI tandingan yang akan diisi orang-orang IPL (Indonesia Premier League)," kata Ahmad Ghazali salah satu korwil Aremania, Minggu (12/5/2015).

Ghazali menegaskan, bahwa ini bukannya aksi demonstrasi melainkan upaya penjelasan kepada wakil rakyat soal kondisi terkini Arema maupun Aremania. Keputusan BOPI dan Kemenpora ditakutkan bisa membuat situasi tak kondusif di Malang Raya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami berkumpul di Stadion Kanjuruhan, kemudian bergerak ke DPRD Kabupaten Malang, setelah itu DPRD Kota Malang dan Batu," jelasnya.

Menurut dia, sebuah surat berisi sikap Aremania akan diberikan kepada pimpinan DPRD, mereka juga membawa petisi terkait kekecewaan atas keputusan pemerintah itu.

"Ini rasa kecintaan kami terhadap Arema, sebagai kebanggaan masyarakat Malang Raya. Seluruh Aremania dan elemen pecinta bola terlibat dalam audensi besok," katanya.

Ghazali menambahkan, bahwa sudah tercium gelagat kurang baik dari buntut keputusan Kemenpora melalui BOPI sarat akan kepentingan. Arema dan Persebaya memiliki basis suporter terbesar menjadi sasarannya.

"Dalam statuta jelas, bahwa klub sepakbola tunduk pada PSSI. Tetapi disini posisi PSSI dilemahkan dengan intervensi Kemenpora," tegasnya.

Dia sangat menyakini, sejumlah pihak tidak menyetujui Arema berlaga di dunia sepakbola tanah air. Mereka melakukan berbagai upaya untuk melemahkan klub berjuluk 'Singo Edan' ini.

"Jadi begitu, kami sudah memprediksi sejak lama. Orang-orang IPL terus melakukan upaya penzoliman kepada Arema," ungkapnya.

Pihaknya juga menyesalkan kompetisi Qatar National Bank (QNB) kini harus berhenti karena campur tangan Kemenpora. Padahal, kompetisi baru saja berjalan, dan juga Arema dijadwalkan akan melakoni laga kandang. "Mereka sudah merusak sepakbola tanah air. Bukan berniat membesarkan," keluhnya.

Sementara penundaan jadwal Qatar National Bank (QNB) League ternyata membuat CEO Arema Cronus Iwan Budianto, angkat bicara. Menurutnya, dalam kondisi sepakbola yang diintimidasi oleh pemerintah melalui Kemenpora dan putusan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), sudah selayaknya, kompetisi harus ditunda.

"Bermain bola tidak boleh dalam intimidasi atau tertekan dalam ancaman BOPI seperti saat ini," kata Iwan terpisah.

Diungkapkan, penundaan laga QNB League dianggapnya sebagai hal positif, agar tim bisa bermain lebih baik. Selain itu, kata pria yang akrab disapa IB itu, sambil menunggu pemerintah tidak lagi memberi ancaman yang mengganggu pelaku sepakbola, maka keputusan PSSI yang menghentikan kompetisi sudah tepat.

"Jadi sambil menunggu negara yang amat sangat kita cintai ini cabut ancaman yang sangat mengganggu konsentrasi pelaku sepakbola liga, maka saya setuju kompetisi untuk sementara waktu ditunda," ungkapnya.

(din/cas)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads