Kemarin malam, sejumlah orang tahu-tahu mendatangi kantor SBO TV yang sedang menayangkan secara langsung talkshow bertema "Sepakbola Surabaya dalam Bahaya!", yang antara lain menghadirkan Saleh Mukadar sebagai narasumber.
Orang-orang itu datang langsung marah-marah, berteriak-teriak, dan ada yang sampai menampar Saleh, yang adalah mantan ketua umum Persebaya (1927) dan pernah dijatuhi skorsing oleh PSSI. [Baca beritanya di sini]
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tengah malamnya, ribuan bonek (Persebaya 1927) turun ke jalan dan nyaris menyerbu markas salah satu ormas, yang mereka yakini adalah biang keributan di SBO TV. Beruntung, polisi dapat menahan rencana mereka di ujung jalan menuju kantor ormas Pemuda Pancasila, yang berlokasi di Jln. Jaksa Agung Suprapto. [Baca selengkapnya di sini]
Di kalangan masyarakat Surabaya, bonek fanatik diketahui tetap setia pada Persebaya (1927) yang mereka yakini adalah Persebaya yang asli. Adapun Persebaya yang saat ini mengikuti kompetisi, di mata mereka adalah Persebaya yang lahir dari Persikubar. Selama ini tidak terlalu banyak suporter "Bajul Ijo" yang menonton pertandingan Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo.
Sepakbola Indonesia memang sedang berpolemik lagi, menyusul ketidaksukaan PSSI terhadap pemerintah (Menpora) melalui Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) yang melakukan verifikasi ketat kepada klub-klub peserta ISL 2015.
Dari verifikasi BOPI tersebut diketahui bahwa sebagian besar klub banyak yang bermasalah soal pajak, kontrak pemain/pelatih, dan pembayaran gaji pemain. Alhasil, kompetisi diundur sampai dua bulan, dan kemudian Arema Cronus dan Persebaya dinyatakan tidak lolos verikasi.
PSSI tidak menerima keputusan Menpora-BOPI itu dan akhirnya memutuskan untuk menghentikan sementara kompetisi, sambil menunggu digelarnya Kongres Luar Biasa pada Sabtu (18/4) besok di Surabaya. Mereka sampai diberi surat teguran sebanyak tiga kali oleh Menpora, karena tidak mengindahkan permintaan pemerintah.
KLB sendiri diadakan untuk mencari pucuk pimpinan yang baru: ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota Komite Eksekutif. Ada sembilan calon ketua umum yang akan bertarung, yang sebagian besar adalah nama-nama lama di kancah sepakbola Indonesia. Mereka adalah Djohar Arifin Husin, La Nyalla Mattalitti, Joko Driyono, Subardi, M. Zein, Sarman, Syarif Bastaman, Achsanul Qosasih dan Bernhard Limbong.
Mereka akan dipilih oleh 107 pemegang hak suara yang terdiri dari 34 Asosiasi Provinsi, 18 klub ISL, 16 klub Divisi Utama, 14 Divisi Satu, 22 klub Piala Nusantara, dan 3 asosiasi lainnya.
Kongres rencananya dihadiri dan dibuka oleh Wapres Jusuf Kalla. Menpora Imam Nahrawi, yang selama ini "galak" pada PSSI juga akan hadir.
"Tadi jam 11.30 mendapatkan undangan, diminta oleh Bapak Wakil Presiden mendampingi beliau di acara itu (Kongres PSSI)," kata Imam di kantornya kemarin (16/4).
Menurut Anda, apakah kongres PSSI besok akan menghasilkan perubahan besar pada sepakbola di negeri ini?
(a2s/din)











































