Rencana La Nyalla itu dicetuskan tak lama setelah dirinya terpilih sebagai ketua umum baru PSSI pada Kongres Luar Biasa di Surabaya hari Sabtu lalu. Dirinya terpilih setelah beberapa jam sebelumnya Menpora mengumumkan menjatuhkan sanksi kepada PSSI, berupa pembekuan.
Seusai kongres para pengurus PSSI akan menemui Imam hari ini. Tapi, niat mereka tampaknya tak akan terwujud. Sebabnya, sang menteri dijadwalkan untuk membuka kejuaraan tinju Piala Presiden 2015 di Palembang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap kegiatan kantor ada agenda, selama ini kantor kami ini selalu terbuka. Saya akui ada saatnya off-on," ungkap Gatot kepada media.
"Hari ini tidak ada kegiatan pertemuan antara Pak La Nyalla dan Pak Menteri. Seandainya ada pasti akan saya sampaikan kepada media."
"Kalau nanti sudah terlanjur hadir, pintu Kemenpora ini selalu terbuka untuk siapa saja. Tapi yang jelas, Pak Menteri saat ini tidak ada agenda untuk bertemu," tambahnya.
Gatot juga menanggapi soal rencana PSSI yang akan melayangkan somasi kepada kemenpora.
"Itu hak hukum yang bagus. Untuk menunjukkan bahwa apa yang sudah diputuskan oleh Menpora itu bisa di-challenge. Ini negara hukum, negara yang demokratis. Yang jelas apa yang dilakukan oleh Pak Menteri sudah berdasarkan peraturan undang-undang dan PP yang ada," ungkap Gatot.
(cas/a2s)











































