Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi akan memanggil Komite Olimpiade Indonesia (KONI). Imam berharap KONI dan KOI bisa membantu memperbaiki sepakbola nasional.
Imam sudah membekukan PSSI pada Sabtu (18/4/2015) lalu. Dalam surat yang tetanggal sehari sebelumnya, Imam juga memberikan kewenangan kepada KONI dan KOI untuk mengawasi kompetisi dan mengambil alih tim nasional Indonesia U-23 yang akan berlaga di SEA Games 2015.
Ketum PSSI terpilih La Nyalla Matalitti lalu melakukan "safari" beberapa hari setelah terpilih. Setelah gagal bertemu dengan Imam di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, dia lalu bertolak ke kantor KONI dan KOI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal jawaban KONI mengenai mediasi dan ketidaksanggupan untuk memutar kompetisi, Imam memberikan komentar. Dia juga mau memanggil KONI-KOI andai tak sejalan dengan pemerintah.
"KONI akan saya panggil dulu," tegas Imam saat ditemui oleh pewarta di Hotel Atlet Century, Selasa (21/4/2015).
"(Kalau tak sejalan dengan Pemerintah) berarti mereka termasuk kriteria yang patut kami monitor juga. Karena KONI dan KOI dibiayai pemerintah dan sekarang pemerintah punya hajat punya keinginan untuk sepakbola. Maka kami harap mereka bisa membantu bersama-sama," tegasnya.tegasnya.
KONI belum lama ini mengundang kontroversi karena ngotot memakai logo lima ring yang merupakan "properti" International Olympic Committee (IOC).
(cas/a2s)











































