Setelah PSSI dibekukan, Menpora pada Jumat (24/4/2015) lalu mengundang 16 klub untuk bertemu membahas kelanjutan kompetisi. Arema dan Persebaya yang sejak awal dinyatakan tidak lolos verifikasi BOPI tidak ikut diundang dalam pertemua yang akan dilakukan di Kantor Kemenpora, Senin (27/4/2015) besok sore.
Sebelum melakukan pertemuan dengan Kemenpora, perwakilan klub-klub lebih dulu melakukan pertemuan dengan PSSI dan PT Liga Indonesia, di Hotel Sultan, Minggu (26/4).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menpora hanya mengundang 16 klub itu sebuah kesalahan. Jadi kami akan tetap datang 18 klub. Kami tidak akan menghalangi keluarga kami kalau Persebaya tidak ikut dan Arema juga,β kata Aidil Safitri, General Manajer Pusamania Borneo FC, dalam jumpa pers.
βKita yang diperjuangkan masa kita yang tidak ikut,β timpal I Gede Widiade, CEO Persebaya Surabaya
Adapun sejumlah tuntutan, disebutkan Aidil, sudah mereka persiapkan. Salah satunya adalah meminta agar Menpora Imam Nahrawi mengakui La Nyalla Mattalitti adalah Ketua Umum PSSI yang baru.
βKami tidak buka di sini tapi akan kami bawa kepada Bapak Menteri. Salah satunya adalah mengakui La Nyalla Matalilltti sebagai ketua umum PSSI. Jangan sampai kesatuan Republik Indonesia pecah gara-gara sepakbola,β ungkap Aidil seraya diamini perwakilan klub-klub lainnya.
βKami juga ingin meminta penjelasan dari Menpora soal kompetisi. Kenapa kami tidak boleh mengadakan kompetisi. Sementara kompetisi yang diputar adalah uang klub. Tak ada itu uang Menpora. Yang lucu Mnepora juga membawa-bawa aparat kepolisian untuk tidak memberi izin. Ini kan salah aturan. Makanya, besok 18 klub ingin meminta kepastian dan mendesak Kemenpora untuk mencabut larangan bermain. Karena walau bagaimana kami berada di bawah nauangan PSSI. Mereka adalah badan tertinggi sepakbola Indonesia," cetusnya.
Sementara itu, Sudarmaji, Media Officer Arema, memastikan diri bakal hadir besok dalam pertemuan dengan Menepora.
"Ya, kami tetap datang karena ini komitmen kami 18 klub hari ini. PT LIga, semua 18 klub berkomitmen datang bertemu Menpora. Kalau ternyata nanti tidak boleh masuk karena tidak ada undangan kami akan beri solidaritas bahwa kompak 18 klub bersama-sama melakukan audiensi dengan Kemenpora. Artinya bagaimana kompetisi ini tetap bisa bergulir," katanya.
(mcy/din)











































