Klub Takut Sanksi FIFA

Klub Takut Sanksi FIFA

- Sepakbola
Selasa, 28 Apr 2015 15:35 WIB
Jakarta -

Klub-klub sepakbola Indonesia peserta ISL/QNB League 2015 merasa cemas pada potensi sanksi FIFA apabila PSSI tetap dibekukan dan tidak diakui oleh pemerintah.

Demikian disampaikan petinggi klub Persipura Jayapura dan PSM Makassar, saat dihubungi detiksport, Selasa (28/4/2015), terkait pertemuan mereka dengan Kemenpora di Jakarta kemarin.

Kenapa klub-klub tetap ngotot berada di bawah PSSI, walaupun kompetisi dikelola oleh PT Liga, dan 99% sahamnya dimiliki oleh klub-klub peserta?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kami sependapat bahwa kompetisi itu harus di bawah PSSI, meski tetap PT Liga Indonesia yang mengelola. Saya kira sangat tepat," ujar ketua umum Persipura, Drs. Benhur Tomi Mano, melalui sambungan telepon.

"Kami cuma takut langkah menpora akan mendapatkan sanksi dari FIFA. Karena FIFA punya aturan (sendiri)."

Pandangan sekaligus kekhawatiran serupa dilontarkan direktur PSM, Sumirlan.

"Kami hanya ingin kompetisi di bawah PT Liga, dan jangan ada campur tangan pemerintah melalui tim transisi," ucapnya.

"Sejauh ini memang FIFA belum merespons. Tapi kami khawatir jika nantinya ada sanksi. Itu yang kami tekankan. Semoga hal itu tidak terjadi," sambungnya.

Kemenpora sendiri sebenarnya telah menawarkan dan meminta kepada PT Liga untuk menjalankan roda kompetisi. Namun klub-klub meminta syarat tambahan, yaitu Menpora mengakui dulu hasil KLB PSSI. Syarat itu sejauh ini tetap tak digubris.

Soal potensi hukuman FIFA, Menpora Imam Nahrawi pernah mengatakan bahwa dirinya akan berusaha supaya Indonesia tidak dijatuhkan sanksi itu. Namun, apabila itu harus terjadi, ia mengingatkan bahwa jika itu demi perubahan dan kebaikan di kemudian hari, risiko tersebut mesti diterima.

"Tapi sesungguhnya kami berharap ada jalan keluar. Mari duduk bersama untuk menyelesaikan masalah ini," imbuh Tomi Mano.

(ads/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads