Tim Transisi sudah resmi dibentuk oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Mereka lantas diminta bekerja cepat karena kondisi sepakbola Indonesia dinilai sudah berada di titik nadir.
Tim Transisi merupakan bentuk implementasi dari salah satu butir surat keputusan pembekuan PSSI oleh Menpora Imam Nahrawi. Surat itu dikeluarkan pada 17 April lalu.
Setelah sempat tertunda dua kali, Imam akhirnya mengumumkan susunan Tim Transisi di kantor Kemenpora kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (8/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imam sudah menetapkan empat tugas yang harus dipikul oleh Tim Transisi. Pemerhati sepakbola yang juga dosen Universitas Indonesia, Ari Junaedi, berpendapat bahwa Tim Transisi harus bekerja cepat untuk membereskan semua polemik sepakbola nasional. Sebabnya, nasib banyak orang bergantung pada kondusifnya situasi sepakbola nasional.
"Tim Transisi harus bekerja cepat karena dikejar waktu. Nasib banyak orang bergantung pada mereka. Pemain, pelatih, ofisial. Kondisi sepakbola nasional saat ini sudah siaga 4. Oleh karena itu, mereka harus bekerja cepat," kata Ari saat berbincang dengan detikSport lewat sambungan telepon.
"Keputusan yang diambil Tim Transisi ini nantinya juga akan berpengaruh pada industri pendukung sepakbola. Sponsor, hotel, transportasi, dan lain-lain."
"Tim Transisi harus memanggil PSSI, PT Liga, dan juga klub, untuk menyamakan persepsi, dan juga semangat untuk memajukan sepakbola nasional. Semangat untuk memajukan sepakbola nasional itu harus menjadi prioritas," tambahnya.
(cas/din)











































