Ingin Jadi Kiper Hebat dan Mimpi Bertemu De Gea

CLEAR Ayo! Indonesia Bisa Academy 2015

Ingin Jadi Kiper Hebat dan Mimpi Bertemu De Gea

Rossi Finza Noor - Sepakbola
Rabu, 20 Mei 2015 20:17 WIB
Ingin Jadi Kiper Hebat dan Mimpi Bertemu De Gea
Jakarta - Usia Raflyandi Ilham Santoso baru 16 tahun, namun dia sudah paham bahwa perkembangan sepakbola modern menuntut seorang kiper untuk tidak sekadar mengawal gawangnya saja.

Raflyandi merupakan salah satu pemuda yang terpilih untuk mengikuti training camp bersama Manchester United Soccer School (MUSS) dari ajang CLEAR Ayo! Indonesia Bisa Academy 2015. Bersama dirinya, turut juga 10 orang pemuda lainnya, tapi hanya Raflyandi-lah yang berposisi sebagai penjaga gawang. Tim ini akan terbang ke Manchester tengah malam ini.

Sebagai pemain muda, Raflyandi terbilang punya jam terbang cukup tinggi untuk urusan berlaga di kompetisi-kompetisi junior level nasional. Sebagai contoh, pemuda kelahiran Bandung, 25 Juli 1999, ini pernah mengikuti turnamen Danone Nations Cup nasional pada tahun 2011. Pada turnamen tersebut, Raflyandi sukses menyabet gelar "Kiper Terbaik".

Selain level nasional, Raflyandi juga pernah mengikuti Tokyo International Youth Football Tournament pada tahun 2013 dan Beijing International Youth Footbal Tournament pada tahun 2014.

"Yang penting jangan cepat berpuas diri," ujar Raflyandi kepada detikSport beberapa waktu lalu ketika ditanya berbagai pencapaiannya sampai saat ini.

Raflyandi, yang bergabung dengan SSB Urakan Jakarta, gembira bukan main ketika diberitahu bahwa dirinya terpilih menjadi salah satu pemuda yang akan diberangkatkan ke Manchester untuk berlatih bersama MUSS. Saking girangnya, sampai-sampai dia memeluk rekan setimnya, M. Fadel, yang juga kebetulan ikut terpilih.

"Waktu itu saya lagi di asrama Ragunan. Saya sempat tanya, ada seleksi lagi nggak? Tapi, ternyata nggak. Langsung saya pelukan sama Fadel," ujarnya sembari tertawa.

Raflyandi, yang mengaku mengagumi Manuel Neuer, mengutarakan keinginannya untuk bertemu kiper utama Manchester United, David de Gea, di Manchester nanti. Baik Neuer ataupun De Gea disebutnya merupakan contoh bagaimana seorang kiper modern bermain.

Tidak jarang sekarang seorang kiper menjadi awal dari serangan timnya. Dengan tuntutan tersebut, seorang kiper harus mampu mendistribusikan bola dengan baik ke seluruh penjuru lapangan.

"Ya, sekarang kiper udah harus terlibat juga. Sama kayak Neuer-lah," ucapnya. "Saya berharap bisa bertemu De Gea, walaupun saya fan Neuer."

Ke-11 pemain muda yang dibawa CLEAR untuk berlatih dengan MUSS merupakan pemain-pemain terbaik dari ajang CLEAR Ayo! Indonesia Bisa Academy 2015 yang dilangsungkan di berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Tercatat, ada 8.192 yang bermain di turnamen tersebut.

Dari ribuan anak tersebut, CLEAR dengan dibantu dua scout mereka, mantan penyerang timnas Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto dan coach Zaenal Abidin, memilih ke-11 anak tersebut.

"Setelah mengadakan seleksi di berbagai kota, formasi 11 pemain terpilih ini merupakan yang terbaik setelah melihat beberapa elemen yaitu teknik, fisik, mental, kepercayaan diri serta kemauan untuk belajar," ujar Kurniawan beberapa waktu lalu.

(Rossi Finza Noor/Andi Abdullah Sururi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads