sepakbola
CLEAR Ayo! Indonesia Bisa Academy

'Tak Ada Artinya Bermain tanpa Bersenang-senang'

Terpopuler Jadwal Pertandingan Klasemen Liga Hasil Pertandingan Man of The Match Gila Bola Foto Video Infografis
CLEAR Ayo! Indonesia Bisa Academy

'Tak Ada Artinya Bermain tanpa Bersenang-senang'


Rossi Finza Noor - detikSepakbola

Manchester - "Ayo! yang kalah traktir es krim!" teriak salah satu anak pada sesi latihan sore itu. Pertandingan latihan lima lawan lima itu pun berjalan menarik.

Sebelum latihan di Partington Ground, Manchester, Sabtu (23/5), itu selesai, pelatih Manchester United Soccer Schools (MUSS), Andy Robinson, mengadakan sesi latihan lima lawan lima di area lapangan yang relatif sempit. Tujuannya adalah untuk melatih kombinasi serangan dan mengasah kecepatan berpikir anak-anak muda yang tergabung dalam tim CLEAR Ayo! Indonesia Bisa ketika mereka ditekan oleh lawan.

"Ayo! Ayo! Pressing! Jangan lupa pressing!" teriak Robinson kepada tim yang sedang bertahan.

Satu gawang dijaga oleh penjaga gawang tim mereka, Raflyandi Ilham (16), dan tim yang menyerang ditugasi untuk membobol gawang tersebut sebanyak mungkin. Sementara, tim yang bertahan ditugasi untuk melakukan counter dan mencetak gol ke dua buah gawang kecil.

Trik-trik kecil dengan kaki pun banyak dilakukan oleh anak-anak muda tersebut untuk mengecoh lawan. Robinson memang menginstruksikan kepada setiap anak untuk berani melakoni duel satu lawan satu.



Satu hal lain yang juga diinstruksikan oleh si pelatih adalah, "Jangan lupa untuk bersenang-senang. Tidak ada artinya bermain tanpa rasa senang," katanya.

Dan itulah yang dilakukan anak-anak muda tersebut pada sesi terakhir hari itu: Bersenang-senang.

Tidak jarang, mereka menertawai rekan yang membuat kesalahan konyol. Namun, begitu mendapatkan bola dan kembali membangun serangan, mereka kembali berubah menjadi serius. Saling mengingatkan untuk bertukar posisi dan mengisi ruang kosong yang ditinggalkan rekan pun mereka lakukan.

"Hari ini cukup seru. Di sini pelatih juga mengajarkan bagaimana kecepatan kaki dan berpikir cepat. Cuma, harus adaptasi juga, karena udara di sini menurut saya cukup tipis," ujar Noval Bahzurie (18), salah satu anggota tim CLEAR Ayo Indonesia Bisa.

"Agak berbeda dengan latihan di Indonesia. Kalau di sini, instruksi diberikan dengan lebih mendetail," kata M. Wildan (17).






(Rossi Finza Noor/Andi Abdullah Sururi)











Hide Ads