Hal itu diterangkan Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Hermono, kepada CNN Indonesia, terkait kasus ditolaknya visa tiga pemain asing mereka oleh pihak imigrasi di bandara Soekarno-Hatta hari Sabtu lalu, sehingga Pahang FA memutuskan kembali ke negaranya.
Akibatnya, pertandingan babak 16 besar Piala AFC antara tuan rumah Persipura Jayapura melawan Pahang FA, yang dijadwalkan Selasa (26/5) besok, urung terlaksana.
Pihak Persipura menuding pemerintah tidak memberi kemudahan kepada tamunya itu. Tudingan itu disangkal keras oleh Kemenpora dan BOPI. Dijelaskan BOPI, semua dokumentasi rekomendasi pertandingan sudah diberikan. Mereka balik menganggap kelalaian ada di pihak PSSI, karena tidak memberitahu Pahang FA bahwa tidak semua pemain asing bisa mendapatkan visa on arrival -- tergantung pada kerja sama negara-negara bersangkutan.
"Kami sudah menelusuri permohonan aplikasi seperti yang diklaim pihak Pahang FA, tapi ternyata tidak ada sama sekali," ucap Hermono, Senin (25/5/2015).
Dari empat pemain asing Pahang FA, hanya Argentina yang punya perjanjian visa on arrival dengan Indonesia. Alhasil, tiga pemain lain yang berpaspor Jamaika, Nigeria, dan Pakistan, tetap harus diurus visanya, sesuai prosedur masing-masing.
"Yang bisa dengan layanan visa on arrival hanya Argentina. Jamaika bisa mengajukan visa atas kuasa sendiri. Artinya, sang pemain bisa langsung mengajukan dan diputuskan langsung oleh KBRI di Malaysia."
Sedangkan untuk pemain berkewarganegaraan Nigeria dan Pakistan, kata Hermono, harus melalui prosedur calling visa. Artinya, mereka mengajukan ke KBRI di Malaysia yang kemudian harus melalui proses clearing di imigrasi Jakarta. Jika disetujui, lanjutnya, pihak KBRI di Malaysia yang akan mengeluarkan visa tersebut.
"Yang jadi pertanyaan berikutnya adalah bagaimana mereka bisa terbang ke Jakarta tanpa visa," cetus Hermono, seraya menambahkan bahwa pihaknya akan meminta bukti permohonan visa yang kabarnya sudah diajukan oleh Pahang FA.
Sementara itu, pihak Pahang FA mengklaim telah memasukkan aplikasi permohonan visa ke Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia pada 18 Mei 2015. Ibrahim mengaku dijanjikan semua kebutuhan terkait visa tersebut akan diurus dengan menggunakan layanan visa on arrival di bandara.
"Tetapi faktanya, para pemain kami dibiarkan terlantar di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dan pihak Pahang FA akhirnya memutuskan untuk kembali ke Malaysia," kata sekretaris Pahang FA, Fuzeimi Ibrahim, seperti dikutip dari Fox Sports Asia.
AFC sendiri akan melakukan investigasi atas masalah ini. Dala situs resmi mereka malam ini, disebutkan bahwa mereka sedang mengumpulkan informasi sebelum mengambil keputusan terkait nasib pertandingan tersebut.
(Lucas Aditya/Andi Abdullah Sururi)










































