'Kalian Beruntung Bisa Kunjungi Pusat Latihan MU'

CLEAR Ayo! Indonesia Bisa Academy 2015

'Kalian Beruntung Bisa Kunjungi Pusat Latihan MU'

Rossi Finza Noor - Sepakbola
Kamis, 28 Mei 2015 17:55 WIB
Manchester -

Sebelum pulang ke Indonesia pada hari Rabu (27/5), tim CLEAR Ayo! Indonesia Bisa Terlebih dulu dibawa berkeliling Manchester. Tidak ketinggalan, mereka juga dibawa mengunjungi pusat latihan Manchester United.

AON Training Complex, pusat latihan 'Setan Merah' tersebut, yang lebih beken dikenal dengan nama Carrington --merujuk pada daerah tempat pusat latihan itu berada--, tidak jauh dari Partington Ground. Di Partington Ground itulah tim CLEAR Ayo! Indonesia Bisa berlatih selama beberapa hari sebelum bertanding di Old Trafford pada Senin (26/5) lalu.

Sebelum tiba di AON Traing Complex, tim CLEAR Ayo! Indonesia Bisa terlebih dulu tur keliling kota Manchester. Mereka berkunjung ke Museum Sains dan Industri Manchester, Museum Sepakbola Nasional, dan juga dibawa ke tempat-tempat terkenal di pusat kota.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada pukul 16.00, barulah mereka dibawa menuju Carrington. Ketika itu langit masih cerah dan pusat latihan yang mewah itu dipenuhi oleh beberapa mobil, yang beberapa di antaranya membawa anak-anak yang akan berlatih di akademi Manchester United.

Mewahnya pusat pelatihan itu terlihat dari lapangan yang digunakan tim utama 'Setan Merah'. Lapangan latihan itu kini sudah dipasangi lampu-lampu agar Wayne Rooney dkk. bisa berlatih pada malam hari. Rumputnya halus dan dipasangi under soil heater agar lapangan tidak menjadi beku ketika musim dingin.

Albert Morgan, mantan kitman tim pada era Sir Alex Ferguson yang kini menjadi salah satu staf, mengantarkan tim CLEAR Ayo! Indonesia Bisa ke beberapa area. Ketika tiba di lapangan latihan itu dia berucap, "Asal tahu saja, untuk memasang lapangan ini dibutuhkan dana 2 juta poundsterling (sekitar Rp 40 miliar)."

Morgan juga membawa tim masuk ke area indoor AON Traing Complex, yang di dalamnya terdapat gym, ruang penyembuhan untuk pemain yang cedera, tempat belajar para pemain akademi, dan ruang untuk bersantai sebelum dan sesudah berlatih.

"Para pemain biasa mengawali hari dengan berada di gym ini. Biasanya mereka menggunakan sepeda di gym selama 20 menit, sebelum berlatih," ucap Morgan.

Di sebelah ruang gym itu, ada ruang untuk tes medis yang biasa digunakan untuk melakukan tes terhadap pemain-pemain yang akan dikontrak oleh United. "Kami percaya pada sport science. Pengaplikasian sport science di klub ini begitu besar," ujar Morgan.

Dia lantas membawa kami ke ruang lainnya, yakni tempat penyembuhan pemain-pemain cedera atau yang habis menjalani operasi akibat cedera. Di sini, mesin-mesin besar yang terhubung dengan komputer memenuhi ruangan.

Morgan lantas menjelaskan fungsi salah satu mesin. Di mesin itu terpasang semacam selimut plastik yang akan menutupi seluruh tubuh si pemain yang cedera ketika berdiri di atasnya. Setelahnya, si pemain seolah-olah melayang di dalamnya.

"Si pemain akan bergerak dalam gerakan lambat. Seperti (film) Six Million Dollar Man," ucap Morgan sembari bercanda.

"Jadi, misalkan dia cedea pinggul atau kaki, dia bisa berlatih menggerakkan badannya di sini tanpa beban berlebih yang bisa terjadi kalau dia menginjak tanah. Setiap pemain yang cedera mendapatkan satu orang physio yang menangani mereka," jelas Morgan lagi.

Selain fasilitas latihan yang mewah, Morgan juga membawa tim CLEAR Ayo! Indonesia Bisa ke sebuah ruangan di mana para pemain akademi biasa belajar. Di situ, mereka diajarkan berbagai macam hal, mulai dari kultur, tata cara berkendara, motivasi, konseling, sampai sex education.

"Karena mereka masih muda dan berasal dari berbagai belahan dunia, mereka membutuhkan bimbingan. Karena itulah kami memberikan berbagai macam pelajaran itu," ucap Morgan.

Tur singkat itu pun berakhir. Sayangnya, tidak boleh mengambil gambar di dalam pusat latihan. Tim CLEAR Ayo! Indonesia Bisa hanya boleh berfoto di depan gedung pusat latihan. Dan, jadilah mereka berfoto saja di depan gedung itu.

"Kalian beruntung bisa melihat-lihat pusat pelatihan ini. Ini adalah pengalaman berharga. Tidak semua orang boleh masuk ke dalam," kata Morgan.



(roz/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads