Ini Hasil Pertemuan Perwakilan Persipura dengan BOPI

Ini Hasil Pertemuan Perwakilan Persipura dengan BOPI

Mercy Raya - Sepakbola
Kamis, 28 Mei 2015 20:12 WIB
Jakarta - Setelah berlangsung selama sekitar dua jam, pertemuan antara BOPI dengan beberapa suporter dan perwakilan Persipura Jayapura selesai digelar.

Diberitakan sebelumnya, perwakilan suporter persipura yang ditemani anggota DPRD mendatangi Kanton Menteri Pemuda dan Olahraga pada Kamis (28/5/2015) siang tadi. Keinginan mereka bertemu Menpora tidak terpenuhi lantaran Imam Nahrawi sedang tidak berada di kantornya.

Pada akhirnya mereka ditemui oleh staf khususnya yaitu Faisol Riza, serta Ketua dan Sekretaris Jenderal BOPI yakni, Noor Aman, dan Heru Nugroho.

Pertemuan yang berlangsung kurang lebih dua jam itu tidak menemui solusi apapun terkait protes kubu Persipura atas batalnya laga dengan Pahang di Piala AFC. Menurut Noor Aman, BOPI sudah berupaya untuk mencari jalan keluar atas persoalan ini. Salah satunya dengan mengirimkan surat kepada AFC terkait permohonan penjadwalan ulang laga Persipura dengan Pahang FA yang sudah dikirimkan oleh Kemenpora.

"(Suratnya) sudah dikirimkan ke AFC. Kami minta permohonan penjadwalan ulang tapi memang perlu proses dan waktu. Namun tentu keputusannya tidak hanya dari satu pihak saja, mesti ada dari Pahang FA juga, apakah Pahang mau apa tidak soal penjadwalan ulang itu. Bukan hanya Kemenpora, tapi juga KOI yang punya akses internasional," jelasnya.

Selain memprotes batalnya laga dengan Pahang, Persipura juga meminta agar SK soal pembekuan PSSI bisa dicabut. Perwakilan Persipura menganggap kalau batalnya laga Persipura dengan Pahang FA ini adalah buntut dari pembekuan PSSI. Sebab pada pertandingan-pertandingan sebelumnya tidak pernah menemui kendala apapun.

Menanggapi itu, BOPI menolak untuk menjamin adanya pencabutan karena domain dari Menpora. β€œMemang tadi ada diskusi. Kalau memecah masalah harus cari masalahnya. Kan seolah-olah yang salah adalah Menpora dan BOPI karena buntut pembekuan PSSI. Mereka minta cabut itu. Itulah yang tidak bisa kami jawab karena itu domainnya Menpora,” kata Noor Aman.

β€œDomain itu bukan domain kami. Jadi hal ini akan kami laporkan kepada Menpora. Karena yang penting bagi kami adalah bagaimana melakukan penjadwalan ulang,” timpal Sekjen Heru Nugroho.

Sementara itu, dari pihak Persipura sudah berencana akan kembali mendatangi Kantor Kemenpora pada Jumat (29/5) besok.

Soal tuduhan menghambat kedatangan Pahang, BOPI sudah menyatakan bantahan dan menjelaskan kronologi kejadian tersebut.

Pada hari Jumat, 22 Mei, pukul 16.00 WIB, mereka menerima email dari Persipura yang meminta rekomendasi pertandingan, termasuk terkait visa on arrival kepada sejumlah pemain asing Pahang FA. Surat itu datang ke kantor BOPI empat hari sebelum hari pertandingan, atau dua hari sebelum Pahang dijadwalkan terbang ke Indonesia.

Tidak sampai 24 jam kemudian, pada besoknya (Sabtu) BOPI mengirimkan melalui email kebutuhan yang diminta Persipura tersebut. Namun, belakangan diketahui Pahang FA tidak bisa menembus imigrasi di bandara Sokearno-Hatta pada Sabtu malam. Tiga pemain asing mereka tidak mendapat visa on arrival, karena Jamaika, Pakistan, dan Nigeria, tidak punya perjanjian dengan Indonesia untuk visa jenis tersebut.

Pahang FA menyalahkan PSSI karena mereka diberitahu akan mendapat jaminan visa on arrival. Dalam surat balasannya tertanggal 21 Mei, klub Malaysia itu juga meminta pihak PSSI menjemput mereka di bandara Soeta, kalau-kalau ada masalah di imigrasi.

Sekretaris Pahang FA, Fuzeimi Ibrahim mengaku dijanjikan semua kebutuhan terkait visa tersebut akan diurus dengan menggunakan layanan visa on arrival di bandara.

"Tetapi faktanya, para pemain kami dibiarkan terlantar di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dan pihak Pahang FA akhirnya memutuskan untuk kembali ke Malaysia," kata Ibrahim seperti dikutip dari Fox Sports Asia.

BOPI juga menegaskan, pihaknya hanya berwenang mengeluarkan surat rekomendasi -- semacam "surat sponsor" untuk keperluan di imigrasi. Sedangkan visa adalah urusan ditjen imigrasi dan mengurusnya adalah di kedutaan besar negara yang dituju.

"Contohnya begini: ada orang asing ingin menghadiri seminar di negara lain, maka mereka akan diminta surat (sponsor) keterangan seminar tersebut. Itu biasanya untuk melengkapi pengurusan visa. Nah, surat BOPI itu ya untuk itu. Kalau visa ya urusnya di kedubes. Pahang FA pasti tahu soal prosedur standar itu. Mereka juga semestinya tahu, ada 3 pemain mereka yang negaranya tidak punya perjanjian visa on arrival dengan pemerintah Indonesia. Lalu kenapa ada yang menyalahkan kami?" papar Sekjen BOPI Heru Nugroho. (Mercy Raya/Doni Wahyudi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads