Dedi Kusnandar, Koin, dan Laga Final

DNC 2015

Dedi Kusnandar, Koin, dan Laga Final

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Kamis, 04 Jun 2015 17:21 WIB
Dedi Kusnandar, Koin, dan Laga Final
dok.aquadnc2015
Jakarta - Dedi Kusnandar boleh jadi agak-agak trauma dengan yang namanya koin. Sebab gelandang Persib Bandung tersebut punya cerita tak mengenakkan terkait koin yang dialami ketika masih kanak-kanak.

Hal itu diceritakan Dedi saat dia menghadiri acara jumpa pers pengundian babak grup final Nasional Aqua Danone Nations Cup di Hotel JW Marriott, Kuningan, Jakarta, Kamis (4/6/2015) siang WIB.

Dedi sendiri merupakan alumnus DNC tahun 2003 di mana saat itu dia memperkuat SSB UNI Bandung. Dedi dkk. kian dekat ke tiket final dunia yang dihelat di Prancis kala itu dan menghadapi SSB Oemar Bakrie dari Banjarmasin.

Pada laga final yang memakan waktu 2x15 menit plus perpanjangan waktu, Dedi menuturkan bahwa kedua tim sama-sama bermain imbang. Hingga akhirnya laga harus ditentukan lewat adu penalti.

Lagi-lagi adu penalti berakhir sama kuat dan diceritakan Dedi saat itu hari akan berganti malam, sehingga laga final tersebut harus cepat dituntaskan. Wasit akhirnya memutuskan untuk melakukan lempar koin demi menentukan kemenangan, di mana Oemar Bakrie yang keluar sebagai juara.

"Senang banget rasanya saat itu bisa ke Jakarta karena itu adalah pertama kalinya dan apalagi tahu bakal jalan ke Prancis kalau jadi juara, memakai lambang Garuda di dada," tutur Dedi.

"Sayangnya waktu kalah tos koin di final, lapangannya udah gelap dan mau Maghrib. Makanya pake koin tos," sambungnya.

"Lalu kamu takut gak sekarang sama koin?" ujar Ronald Surapradja yang menjadi MC di acara jumpa pers itu sambil memperlihatkan koin kepada Dedi.

Dedi pun kemudian tertawa geli melihat tingkah konyol Ronald tersebut. Namun, kekalahan pahit di final DNC 2003 itu dijadikan pelajaran oleh Dedi untuk kemudian bangkit dan akhirnya bisa sukses seperti sekarang.

"Dari situ saya belajar untuk menjadikan pengalaman di final itu sebagai pembelajaran, saya bertekad bangkit dan Alhamdulillah akhirnya jadi pesepakbola profesional seperti sekarang," sambung Dedi.

Dedi kelahiran Sumedang tahun 1991 mengawali kariernya di Persib Bandung U-21 sebelum memulai debut di Liga Indonesia bersama Pelita Jaya pada 2008. Sempat pindah ke Arema Cronus dan Persebaya Surabaya, Dedi "pulang kampung" ke Persib di awal musim ini.

Dia pernah sekali membela timnas senior Indonesia saat diimbangi 1-1 oleh Republik Dominika pada 15 Mei 2014. Sebelumnya Dedi lama bermain untuk timnas U-23.

(mrp/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads