Timnas U-23 mengawali kiprah di SEA Games dengan kurang meyakinkan kalah mereka takluk 2-4 dari Myanmar di laga pembuka hari Selasa lalu. Hasil ini membuat langkah 'Merah Putih' lolos ke semifinal kian berat karena mereka harus menang di dua laga sisa yakni lawan Kamboja serta Singapura.
Usai laga tersebut, pelatih Aji Santoso mengatakan bahwa anak asuhnya sedikit terganggu dengan pemberitaan soal konflik sepakbola nasional belakangan ini, yang akhirnya berujung turunnya sanksi FIFA.
"Mental, yang jelas selama pemberitaan di Indonesia sedikit mempengaruhi anak-anak. Tapi itu bukan alasan saya, saya terus mencoba mengangkat mental pemain. Saya sudah sampaikan bahwa ini perjuangan membela bangsa, meski situasi sepakbola Indonesia tidak bagus. Pemain semua meneteskan airmata saat menyanyikan lagu Indonesia raya. Kami coba bangkit dari bawah lagi," tutur Aji ketika itu.
Meski demikian Timnas U-23 diminta agar tak terlarut dalam konflik antara Pemerintah dan PSSI ini, melainkan fokus total untuk tampil oke di SEA Games 2015 demi mengharumkan nama bangsa.
Apalagi kekalahan dari Myanmar dinilai bukan akhir dari segalanya dan Timnas U-23 masih berpeluang untuk lolos.
"Ya peluang masih terbuka, baru kalah sekali, masih ada pertandingan lain," ujar eks pemain timnas Indonesia, Ponaryo Astaman, di sela-sela acara jumpa pers AQUA DNC 2015, Hotel JW Marriott, Jakarta, Kamis (4/6/2015) siang WIB tadi.
"Agar bisa bangkit dari situasi ini, yang penting mereka fokus, semaksimal mungkin melupakan masalah sepak bola Indonesia saat ini," sambung pria yang kini bermain untuk PSM Makassar itu.
"Fokus kepada faktor-faktor teknis saja, sehingga secara tim maupun secara individu bisa lebih baik," tutupnya.
(mrp/nds)











































